radarutama.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong kerja sama sektor peternakan dengan Selandia Baru melalui pertemuan dengan Menteri Agrikultur Damien O’Connor di sela pertemuan tingkat menteri Indo-Pacific Economic Framework (IPEF MM) di Los Angeles, Amerika Serikat.

“Pemerintah Indonesia mendorong kerja sama dengan pemerintah Selandia Baru untuk pendidikan breeding sapi dan domba di Indonesia. Kuncinya adalah di breeding agar dapat menghasilkan produk susu maupun produk olahannya yang berkualitas,”kata Airlangga dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Saat ini, Fonterra, perusahaan susu asal Selandia Baru, telah memberikan bantuan kepada peternak sapi perah di Padang Panjang yang berpotensi dikembangkan menjadi seperti Dairy Academy untuk Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama Airlangga juga menjelaskan strategi pemerintah Indonesia dalam menangani wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang di Indonesia.

“Pemerintah menerapkan kebijakan penanganan penyakit PMK seperti kebijakan penanganan COVID-19 di masa PPKM, yaitu adanya pembatasan pada 19 provinsi dan larangan perpindahan sapi dari daerah satu ke daerah yang lain, serta kebijakan mikro manajemen lainnya persis seperti kebijakan untuk penanganan COVID-19 pada manusia,”ujarnya.

Pemerintah, lanjut dia, ikut membentuk Satgas PMK yang memiliki tugas serupa Satgas Penanganan COVID-19 dan menerapkan beberapa strategi yang berbasis mikro di desa, antara lain biosecurity, pengobatan, vaksinasi, dan potong bersyarat di tingkat desa.

“Penanganan PMK melibatkan semua pihak yang terkait, agar penanganan bisa efektif dan mencegah penyebaran ke daerah lainnya,” katanya.

Melalui pertemuan bilateral ini,Airlangga dan Damien juga membahas terkait perkembangan perjanjian kerja sama ASEAN – Australia -New Zealand Free Trade Area (AANZFTA).

Sejak 2012, Indonesia dan Australia telah menandatangani FTA melalui wadah AANZFTA.

“Pemerintah Indonesia tengah mendorong pemanfaatan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) secara optimal agar bisa mendongkrak ekspor sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tatanan rantai nilai global termasuk di antaranya rantai industri dan perdagangan global,”tutupnya.