radarutama.com – Penyaluran ke Rest Area KM 88 A&B ini rencananya akan dilakukan untuk menyuplai tenant-tenant restaurant dan food court di sana.

Untuk tahap awal, perkiraan penyaluran gas mencapai 4.000 meter kubik per bulan. Seiring dengan peningkatan kebutuhan Rest Area KM 88, penyaluran gas diperkirakan bisa mencapai 20-30% per bulan dari penyaluran awal.

Penyaluran Gaslink di Rest Area KM88 A&B diperkirakan mulai dilakukan pada pertengahan September menggunakan Gaslink Cylinder dengan mengambil pasokan CNG dari SPBG Purwakarta.

Selain Rest Area KM 88, dalam kesempatan yang sama, Gagas-JMRB juga menandatangani PJBG untuk penyaluran Gaslink untuk TCD Taman Mini.

TCD Taman Mini merupakan proyek tempat istirahat pengembangan terintegrasi di Kawasan Taman Mini, milik JMRB yang berfokus pada Transit-Oriented Development.

Nantinya, Gagas akan menyalurkan Gaslink di area komersial yang akan terintegrasi dengan berbagai transportation hub di sekitar di Kawasan TCD.

Seperti halnya dengan Rest Area KM 88 A&B, TCD Taman Mini akan di-supply menggunakan Gaslink Cylinder dengan proyeksi penyaluran di awal mencapai 5.000–6.000 meter kubik per bulan. Untuk TCD Taman Mini, supply gas akan diambil dari SPBG terdekat di Klender, Jakarta Timur.

Dian melanjutkan, selain memberi manfaat dari segi keekonomian, benefit penggunaan gas bumi sebagai energi yaitu lebih ramah lingkungan. Lantaran, gas bumi merupakan bahan bakar yang lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya. Dengan demikian, dapat berkontribusi pada misi keberlanjutan Jasa Marga melalui program Green Toll Road.

Untuk diketahui, Subholding Gas Pertamina mengawali penyaluran Gaslink pada Rest Area di Rest Area KM 72A Tol Purbaleunyi yang bertepatan dengan momen mudik lebaran.

Komitmen Subholding Gas untuk berpartisipasi dalam mengembangkan infrastruktur jalan tol di Indonesia khususnya di ruas Trans Jawa akan terus dimasifkan, agar utilsiasi gas bumi domestik semakin luas di berbagai sektor.