radarutama.com – Ukuran tabung untuk gas alam cair tersebut mulai dari 175L, 110 L, 80 L, 45L, 30 L, dan 15 L. Untuk segmen Hotel, Restoran dan Café bisa menggunakan berukuran 175 Liter yang setara dengan LPG 50 kilogram.

Sedangkan, pada Gaslink Cylinder, juga CNG dikemas dalam bentuk tabung sehingga lebih movable. Di dalamnya terdapat gas bertekanan 200–250 barg dan volume CNG sebesar 20 meter kubik atau setara 24 kilogram. Pemakaian Gaslink CNG diestimasikan dapat menghemat biaya bahan bakar sekitar 30%.

“Dalam penyaluran gas bumi dengan skema non pipa, PGN telah memiliki mode penyaluran LNG dan Gaslink Cylinder dengan potensi demand sekitar 28 BBTUD. Dua mode ini memudahkan PGN untuk bisa melayani pelanggan di sektor komersial seperti perhotelan restoran, dan café,” ujar Direktur Sales dan Operasi PGN, Faris Aziz di Jakarta, Jumat (9/9/2022).

Sementara, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Achmad Muchtasyar menambahkan, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menimbulkan tantangan tersendiri dalam distribusi gas sehingga dibeberapa titik kurang ekonomis jika semua infrastruktur gas bumi dihubungkan menggunakan pipa.

Maka perlu pengembangan moda transportasi gas non pipa agar gas bumi bisa terutilisasi.

“Oleh karena itu, PGN melakukan terobosan berbagai moda infrastruktur gas bumi agar mempermudah aksesibilitas pemanfaatan gas di berbagai wilayah,” kata Achmad.

Dengan cadangan gas bumi mencapai 60.61 TSCF, kondisi ini mendorong PGN sebagai Subholding Gas Pertamina untuk meningkatkan akselerasi pemanfaatan gas bumi dalam rangka mewujudkan kedaulatan dan kemandirian energi di Indonesia.