radarutama.comJakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka hijau di 7.267,22 pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (9/9/2022). Selang 10 menit terpantau penguatan IHSG terpangkas dan hanya hijau 0,22% di 7.247,51.

Semalam, ketiga indeks saham acuan Wall Street bergerak dengan fluktuasi tajam. Meskipun sempat melemah di awal perdagangan, indeks sukses rebound dan finish di zona hiaju.

Indeks Dow Jones menguat 0,61% sedangkan S&P 500 naik 0,66% dan Nasdaq Composite naik 0,60% di saat yang sama.

Volatilitas di pasar saham AS masih sangat terkait dengan arah kebijakan moneter bank sentralnya yang diperkirakan bakal semakin ketat.

Sebelum Wall Street dibuka, bank sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin (bps).

Kenaikan tersebut sesuai dengan ekspektasi mayoritas pelaku pasar. Namun dalam pernyataannya ECB memberikan sinyal bahwa ke depan kenaikan suku bunga acuan masih akan terus dilanjutkan mengingat laju inflasi yang masih jauh dari sasaran target.

“Langkah besar ini mengawali transisi dari tingkat kebijakan yang sangat akomodatif yang berlaku ke tingkat yang akan memastikan pengembalian inflasi tepat waktu ke target jangka menengah 2% ECB,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Kendati Wall Street terus digempur dengan berbagai sentimen negatif dan melemah sepanjang tahun ini, bukan berarti IHSG mengikuti jejaknya.

Malahan kinerja IHSG sangat kinclong dibandingkan indeks saham di AS. Sepanjang tahun 2022, IHSG berhasil menguat 9,88%. Sebagai perbandingan, indeks S&P 500 justru melemah 16,8%.

Indeks dolar AS yang menguat ke posisi tertingginya dalam dua dekade terakhir dan depresiasi nilai tukar rupiah seolah tak menjadi halangan bagi IHSG untuk menguat.

Story terkait ekonomi Indonesia yang terus melanjutkan pemulihan seolah ikut menjadi pendorong kinerja aset berisiko seperti saham di dalam negeri.

Hal tersebut juga tercermin dari inflow yang mengalir deras ke pasar saham sementara outflows justru terjadi di pasar SBN.

Namun dalam waktu dekat, risiko yang masih harus diwaspadai adalah kinerja IHSG itu sendiri. IHSG tercatat sudah reli cukup panjang sejak minggu terakhir bulan Juli 2022.

Lebih dari satu bulan IHSG sudah bergerak dengan pola uptrend. Bahkan IHSG terus mencoba mendekati level psikologis 7.300 dan level all time high-nya.

Keputusan ECB untuk menaikkan suku bunga juga sudah mensinyalkan era suku bunga rendah sudah mulai berakhir, hal ini tentunya bukan kabar baik bagi pasar modal.