radarutama.com – PT HM Sampoerna Tbk menilai perkembangan UMKM di Indonesia merupakan hal yang wajib didukung oleh berbagai pihak termasuk korporasi.

Sampoerna sendiri telah menginisiasi Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) sejak tahun 2017 dan Sampoerna Retail Community ( SRC ) sejak tahun 2008.

President Director of Sampoerna Vassilis Gkatzelis mengatakan, pengembangan UMKM merupakan bagian dari bisnis Sampoerna yang berkelanjutan dan inklusif.

“Anda tahu, sektor tembakau sangat bergantung dan mempekerjakan jutaan orang, mulai dari petani hingga pengecer dan berbagai jenis wirausaha. Jadi, kami selalu tertarik untuk menciptakan ekosistem yang memiliki multiplier effect dalam perekonomian,” kata dia dalam wawancara khusus dengan Kompas.com, Rabu (9/8/2022).

Ia mencontohkan, Sampoerna bekerja sama dengan 38 mitra produksi sigaret. Mitra produksi sigaret ini berada di daerah pedesaan pada provinsi yang berbeda. Mereka menciptakan ekosistem dalam lingkup yang lebih luas.

Di lain sisi, SRC yang berawal di Medan pada tahun 2008 selarang telah memiliki anggota lebih dari 165.000 peritel tradisional.

Vassilis menyebut, semenjak bergabung dengan SRC, peritel tradisional telah berhasil meningkatkan usaha mereka sebesar 50 persen.

“Kini mereka memiliki akses ke permodalan, pendidikan, teknologi,” imbuh dia.

Saat ini Sampoerna berfokus untuk membantu digitalisasi bisnis dari para peritel tradisional ini.

Lebih jauh, Vassilis menceritakan sebanyak lebih dari 60 persen dari anggota peritel tradisional yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community adalah perempuan. Mereka merupakan pencari nafkah untuk keluarganya.

“Para toko SRC ini bahkan memiliki Pojok Lokal tempat masyarakat sekitar dapat menitipkan kerajinan tangan, kuliner, sehingga kami menciptakan nilai bagi seluruh ekosistem,” ucap dia.

Sedangkan, program Sampoerna Entrepreneurship Training Center telah melatih lebih dari 56.000 orang.

Tak cukup sampai di sana, Sampoerna juga memiliki program dengan para petani, dengan fokus pada praktik pekerja pertanian.

“Program ini melibatkan lebih dari 20.000 petani, bekerja sama dengan perusahaan pemasok tembakau,” tutup dia.