radarutama.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dengan volatilitas cukup tinggi di sesi I perdagangan Jumat (9/9/2022).

IHSG melemah tipis 0,07% dan berakhir di 7.227,29 hingga istirahat siang. Di awal perdagangan, IHSG menguat di 7.267,22 dan tembus posisi tertinggi di 7.270,3.Setelah mencapai posisi tersebut, IHSG terpelanting ke zona koreksi dan hampir terlempar keluar dari level psikologis 7.200.

Ketika IHSG melemah tipis, mayoritas indeks saham acuan Asia justru kompak menguat, menyusul Wall Street yang berakhir di zona hijau semalam.

Setelah bergerak volatil di sesi I, bagaimana prospek pergerakan IHSG di sesi II? Simak ulasan teknikal di bawah ini.

Analisis Teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode waktu jam (hourly) dan menggunakan indikator Bollinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB sesi I, indeks bergerak mendekati batas bawah BB terdekat di 7.229.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20. Posisi RSI berada di 51,58.

Dilihat dari indikator lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 tampak sudah memotong garis EMA 26 dari atas dan bar histogram bergerak di area negatif.

Waspadai IHSG masih bisa terkoreksi di sesi II. Apabila level 7.229 tertembus, maka level support selanjutnya di 7.179.

TIM RISET CNBC INDONESIA