Cihuy! Karyawan BUMD Ini Dapat Beras Gratis 5 Kg/Bulan

radarutama.com – Harga beras belakangan ini naik karena petani belum panen. Pekan lalu, harga beras medium di pasar saat ini di atas harga eceran tertinggi (HET), menyentuh angka Rp 9.300 per kg di tingkat produsen dan Rp 11.090 di tingkat konsumen.

Merespons hal tersebut, dua BUMD DKI Jakarta yaitu Perumda Pasar Jaya dan PT Food Station Tjipinang Jaya melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama penyedian beras untuk pegawai. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya menjaga ketahanan pangan.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Tri Prasetyo, mengatakan penandatangan kerja sama ini sebagai bentuk sinergitas antar BUMD yang merupakan bagian dari kegiatan strategis daerah. Dan juga dalam rangka pelaksanaan program ketahanan pangan khususnya stabilitas pasokan dan penyerapan pangan.

Diketahui, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta menjadi barometer bagi TPID daerah lain. Di mana Pasar Jaya, Food Station dan Dharma Jaya menjadi BUMD pangan pendukung untuk mensuskseskan program ketahanan pangan di DKI Jakarta.

“Penandatangan perjanjian kerjasama ini sebagai bentuk kolaborasi BUMD pangan dalam mensukseskan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi daerah. Dan juga bentuk perhatian Pasar Jaya terhadap para pegawai dengan memberikan beras kepada pegawai demi kesejahteraan pegawai,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (30/10/2022).

Dikatakan Tri, kolaborasi antara Pasar Jaya dengan Food Station dapat dijadikan contoh untuk BUMD lain untuk saling berkolaborasi dan bersinergi. Dalam kerja sama penyediaan beras ini akan dilakukan selama tiga sampai enam bulan ke depan dengan rincian 1.417 pack atau tujuh ton beras per bulan.

“Nantinya setiap bulan, pegawai Pasar Jaya akan akan mendapatkan beras sebanyak lima kilogram per pegawai dengan jenis beras sentra wangi,” katanya.

Diketahui, program pemberian beras kepada karyawan ini dilakukan sebagai bentuk mewujudkan kesejahteraan pegawai akibat dari dampak naiknya harga pangan dan bahan bakar minyak (BBM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *