radarutama.com – Indeks saham Wall Street dibuka melemah di awal perdagangan Kamis (8/9/2022). Namun, seiring dengan berjalannya waktu, indeks mencoba untuk rebound. Pada 21.30 WIB atau satu jam setelah perdagangan dibuka ketiga indeks acuan Bursa New York flat.

Indeks Dow Jones dan S&P 500 melemah tipis 0,02%, sedangkan indeks Nasdaq Composite terpantau melemah 0,07%.

Namun, saham tetap dalam tren turun secara keseluruhan karena kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi dan kenaikan suku bunga lebih lanjut dari Federal Reserve mendorong beberapa investor menjauh dari bagian pasar yang lebih berisiko.

“Risiko resesi meningkat dan kami telah bergerak lebih defensif dalam portofolio kami sebagai hasilnya. Namun, inflasi yang tinggi berarti bahwa strategi ‘risk off’ tradisional seperti uang tunai dan obligasi pemerintah dapat menciptakan hambatan pada pengembalian total,” Lauren Goodwin, ekonom dan ahli strategi portofolio di New York Life Investments, melansir CNBC International.

“Kami sepenuhnya berinvestasi dalam portofolio kami, menggunakan taruhan selektif dalam posisi risiko netral secara keseluruhan untuk membangun ketahanan terhadap volatilitas dan inflasi. Di lengan ekuitas kami, ini termasuk kelebihan yang kuat untuk menilai ekuitas dan pembayar dividen, “tambah Goodwin.

Sebelum Wall Street dibuka, bank sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin (bps).

Kenaikan tersebut sesuai dengan ekspektasi mayoritas pelaku pasar. Namun dalam pernyataannya ECB memberikan sinyal bahwa ke depan kenaikan suku bunga acuan masih akan terus dilanjutkan mengingat laju inflasi yang masih jauh dari sasaran target.

“Langkah besar ini mengawali transisi dari tingkat kebijakan yang sangat akomodatif yang berlaku ke tingkat yang akan memastikan pengembalian inflasi tepat waktu ke target jangka menengah 2% ECB,” katanya dalam sebuah pernyataan.

TIM RISET CNBC INDONESIA