Emas Kurang Tenaga Minggu Ini, Bagaimana Ramalan Pekan Depan?

radarutama.comHarga emas dunia mengalami penurunan di sepanjang minggu ini. Penurunan harga emas malah terjadi saat dolar AS juga sedang melemah.

Di pasar spot, harga emas dunia dihargai US$ 1.642/troy ons pada Jumat (28/10/2022). Harga emas drop US$ 14,9/troy ons dibandingkan dengan penutupan minggu lalu.

Dalam sepekan, si logam mulia kuning ini telah mengalami penurunan nilai pasar sebesar 0,9%. Di saat yang sama, indeks dolar AS juga mengalami pelemahan 1,12%.

Pelaku pasar masih terus mencermati arah kebijakan moneter bank sentral AS (Fed). Bank sentral paling kuat di dunia tersebut akan menggelar rapat minggu depan untuk menentukan kebijakan suku bunga.

Konsensus pasar masih memperkirakan bahwa Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin (bps) menjadi 4% dengan probabilitas 82,2% jika mengacu pada piranti FedWatch CME.

Fed memang agresif sepanjang tahun ini dalam menaikkan suku bunga acuan. Federal Fund Rates (FFR) sebagai acuan sudah dikerek naik 300 bps sepanjang tahun ini.

Alhasil dari pengetatan kebijakan moneter tersebut dolar AS menguat 15,41% dan harga emas turun 10,21% sepanjang tahun ini.

Namun pengetatan moneter yang terlalu agresif diekspektasikan bakal menyebabkan resesi terjadi, sehingga mulai muncul ekspektasi bahwa Fed akan kembali menurunkan suku bunga acuan.

Apabila skenario tersebut terjadi, maka emas memiliki peluang menguat ke depan. Namun tentu semua ini harus mendapat kejelasan dari Fed.

Sean Lusk, Co-Director di Walsh Trading memperkirakan harga emas masih bisa turun minggu depan. Menurut Lusk, apabila harga emas turun ke bawah US$ 1.620/troy ons, maka sinyal bearish akan semakin terkonfirmasi.

“Sampai kita mendapat kejelasan dari Federal Reserve, emas akan terus dijual,” kata Lusk sebagaimana diwartakan oleh Kitco.com.

“Saya tidak berpikir kita akan mendapatkan banyak kejelasan dari The Fed minggu depan. Ada biaya untuk semua pencetakan uang yang telah kita lihat selama dua tahun terakhir, dan kita harus mengharapkan untuk merasakan biaya lebih lama dari yang diperkirakan kebanyakan orang,” Pungkas Lusk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *