radarutama.comJakarta, CNBC Indonesia– Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja cemerlang pekan ini di tengah banyaknya sentiment negatif yang datang dari pasar domestik dan global.

Kenaikan harga BBM, krisis energi di Eropa, kenaikan tarif ojek online, volatilitas harga minyak, serta kenaikan suku bunga acuan bank sentral Eropa tidak mempan menghambat laju kencang IHSG.

Pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (9/9/2022), IHSG ditutup menguat 0,15% di 7.242,66. Posisi tersebut hanya kalah dari penutupan pada 21 April 2022 yang tercatat 7.276,19 dan menjadi rekor tertingginya sepanjang masa.

Total volume perdagangan kemarin menembus 32,4 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp 14,6 triliun. Sebanyak 235 saham menguat, 288 saham turun, dan 177 saham stagnan.

Secara keseluruhan, IHSG masih menguat 0,91% dalam sepekan. Penguatan tersebut adalah yang tertinggi sejak pekan pertama Agustus 2022 di mana pada saat itu IHSG menguat 1,92% sepekan.Selama sebulan terakhir, IHSG sudah melonjak 1,97%. IHSG bahkan kini sudah mendekati level psikologis barunya di 7.300.

Salah satu penopang besar pergerakan IHSG pada pekan ini adalah lonjakan harga batu bara. Harga batu bara melejit hingga mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa pada Senin pekan ini di posisi US$ 463,75 per ton.

Lonjakan harga batu bara mendongrak kinerja saham-saham produsen batu bara sekaligus pasar saham Indonesia sepekan terakhir.

Dalam sepekan, saham PT Bumi Resources (BUMI) melesat 7,87%, PT Indo Tambangraya Megah naik 7,04%, PT Energi Mega Persada (ENRG) melonjak 7,58%, PT Adaro Energy Indonesia (ADRO) melesat 4,50% sementara PT Bukit Asam (PTBA) menguat 1,2%.

Dalam lima hari perdagangan pekan ini, IHSG hanya sekali ditutup pada zona merah yakni pada Rabu dan selebihnya nyaman di zona hijau. IHSG bahkan tetap menguat 0,76% pada Senin lalu tengah keributan kenaikan harga BBM dan aksi demo besar-besaran.

Seperti diketahui, pemerintah akhirnya menaikkan harga Pertalite, Pertamax, dan Solar efektif berlaku sejak Sabtu (3/9/2022). Kenaikan diperkirakan melambungkan inflasi inflasi ke level di kisaran 7% dan menggerus daya beli.

Kenaikan memang membuat saham berbasis consumer goods sempat melemah seperti PT Unilever Indonesia, Japfa Comfeed Indonesia, dan PT Kalbe Farma.

Namun, IHSG tetap menguat bahkan menembus level psikologis 7.200 pada penutupan Senin pekan ini untuk menggenapkan kinerja cemerlangnya.