radarutama.com – Harga saham Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) melesat nyaris 35% pada perdagangan hari ini Jumat (9/9/2022) menyusul rilis keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pada perdagangan hari ini, harga saham OKAS terpantau naik 34,93% ke Rp 197/unit. Sejak perdagangan dibuka saham OKAS sudah naik dari posisi penutupan kemarin.

Bercokol di jajaran top gainers sejak perdagangan sesi pertama hingga penutupan sesi kedua, nilai transaksi saham OKAS mencapai Rp 55,21 miliar dengan volume perdagangan 307,22 juta unit saham.

Pada perdagangan intraday hari ini, harga saham OKAS bergerak di rentang Rp 150-197/unit. Saham OKAS ditransaksikan dengan rasio Price to Earnings (PER) 4,31x dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp 347,89 miliar.

Jika melihat data perdagangan, sejak perdagangan 1 September hingga perdagangan kemarin, Kamis (8/9/2022) saham OKAS tercatat hanya sekali menghijau, dengan 4 kali merah, dan 1 kali stagnan.

Dengan ini makasaham OKAS telah mengalami kenaikan 20,12% dalam sepekan dan melesat 146,25% dalam sebulan terakhir.

Mengutip keterbukaan informasi yang dirilis oleh perseroan, kenaikan nyaris 35% ini dipicu kabar terbaru bahwa pencabutan izin usaha entitas anak dari OKAS yakni PT Indotan Lombok Barat Bangkit secara resmi telah dibatalkan.

Pembatalan atas keputusan pencabutan izin usaha anak perusahaan tersebut diterbitkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia dengan nomor: 20220829-08-01-0003.

“Anak perusahaan dapat melanjutkan kembali kegiatan usahanya, khususnya untuk menyelesaikan kegiatan eksplorasi yang sudah direncanakan sebelumnya,” ujar Ahmad Zakky Habibie dalam keterangan resmi yang rilis hari ini, Jumat (9/9/2022).

Surat keputusan pembatalan pencabutan izin PT Indotan Lombok Barat Bangkit ditetapkan sejak 29 Agustus 2022 dan OKAS tercatat menerima keputusan pembatasan atas pencabutan izin anak perusahaan pada 8 September 2022.

Dengan informasi yang diberikan ini, cukup menjadi sentimen positif bagi saham OKAS pasca telah lama tertidur lelap yang diperdagangkan di rentang harga Rp 50-97/unit saham.

Sebagai informasi, lini usaha jasa pengeboran dan perawatan sumur minyak merupakan salah satu dari lini usaha OKAS. Lini usaha ini dilakukan melalui entitas anak, yaitu PT Bormindo Nusantara (BN). Jumlah kontribusi pendapatan entitas anak usaha tersebut berkisar 10-15% dalam total pendapatan konsolidasi OKAS.

Dengan potensi yang ada, berdasarkan laporan kinerja keuangan pada kuartal II-2022, OKAS berhasil mencatatkan laba bersih mencapai Rp 40,22 miliar.

TIM RISET CNBC INDONESIA