radarutama.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menawarkan program Naming Rights atau hak penamaan untuk beberapa stasiun yang melayani perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dan Commuter. Program ini dijalankan kembali setelah terakhir dilaksanakan pada 2018 yakni untuk Stasiun BNI City.

Pada fase 1 ini, KAI menawarkan hak penamaan untuk 10 stasiun. Stasiun tersebut antara lain, Stasiun Pasar Senen, Jatinegara, Tanah Abang, Tebet, Cikini, Sudirman, Juanda, Manggarai, Gondangdia, dan Palmerah.

Naming Rights atau penawaran hak penamaan stasiun merupakan salah satu inovasi KAI dalam mengoptimalkan aset perusahaan. Melalui program ini, nantinya nama brand milik mitra akan diterapkan dalam berbagai penyebutan di berbagai media KAI seperti signage, wayfinding, peta jalur, announcement, dan publikasi lainnya.

Direktur Niaga KAI Hadis Surya Palapa mengatakan, pihaknya membuka kesempatan kepada setiap perusahaan untuk ikut serta berkolaborasi dalam program eksklusif ini. Aktifitas ini bersamaan dengan HUT KAI ke-77 di 28 September mendatang.

“Program ini merupakan sebuah inovasi KAI dalam hal optimalisasi pendapatan melalui bentuk komersialisasi aset perusahaan,” Ujar Hadis, pada Press Conference Exclusive Naming Rights 2022, di Stasiun Gambir, Jumat (9/9/2022).

Melihat prospek yang bagus dengan KAI yang setiap tahunnya melayani ratusan juta penumpang, Hadis optimis dengan upaya komersialisasinya ini akan menarik banyak pihak.

“Kami yakin program ini akan menarik bagi setiap perusahaan, karena KAI melayani ratusan juta penumpang setiap tahunnya,” tambahnya.

Di luar 10 stasiun tersebut, Hadis menyebut, pihaknya membuka peluang pengajuan untuk Naming Rights di stasiun lainnya. Meski demikian, prosesnya akan butuh waktu lebih lama dan KAI lebih mendahulukan 10 stasiun ini dulu berdasarkan kajian yang dibuat.

“KAI terbuka untuk melakukan berbagai kerjasama dengan mitra dalam pemanfaatan berbagai aset KAI. Selain pendapatan dari angkutan penumpang dan barang, KAI akan mengoptimalkan banyaknya aset perusahaan yang potensial untuk diusahakan sehingga dapat meningkatkan pelayanan KAI secara keseluruhan,” katanya.

Hadis mengatakan, pihaknya menargetkan program fase 1 ini dapat terselesaikan tahun ini. Oleh karena itu, KAI akan mengadakan Exclusive Meeting Gathering bagi para calon mitra pada 20 September 2022 di Hotel Mulia, Jakarta.

Sementara itu, VP Non Transport Commercialization KAI Krisna Arianto mengatakan, pada bulan September ini pihaknya akan memilah mitra, kemudian dilanjutkan untuk proses seleksi.

“Untuk sementara nilai ini (investasi) akan kita keep dulu. Setelah marketing gathering nanti akan kita sampaikan nilainya ke mitra-mitra,” ucapnya.

Krisna juga menambahkan, dalam proses pemilihan mitranya nanti akan dibuat secara transparant dan terbuka melalui lelang.

“Prosesnya akan dilakukan lelang terbuka yang nantinya akan transparan,” tambahnya.

Konsultan KAI sekaligus Direktur Utama Cakra Enam Komunika, Ajie Rinaldi mengatakan, dari lebih dari 6 ribu perusahaan yang ada di Indonesia, pihaknya tengah mengkurasi hingga menghasilkan 100 perusahaan.

“Untuk mitra ini risetnya kami sesuaikan dengan stasiunnya juga. Sepuluh stasiun ini membantu kami dalam riset mendalam,” kata Ajie.

“Kami aja bikin kajiannya wah ini benar-benar nih kita buat kajiannya secara lebih detil,” tambahnya.