radarutama.com – Berbagai perbankan kini hanya memberikan suku bunga tabungan sangat rendah. Bahkan suku bunga yang diberikan untuk produk tabungan di bawah 1 persen.

Contohnya, dikutip dari laman danamon.co.id, Bank Danamon hanya mematok suku bunga tabungan sebesar 0 persen untuk Tabungan FlexiMAX dengan saldo di bawah Rp 50 juta dan bunga 0,50 persen untuk saldo sebanyak Rp 50 juta sampai Rp 500 juta.

Begitupun untuk Tabungan Danamon Lebih. Tabungan dengan saldo di bawah Rp 500.000 bunganya 0 persen, saldo Rp 500.000 sampai di bawah Rp 50 juta bunganya 0,10 persen, dan saldo di atas Rp 1 miliar bunganya 0,25 persen.

Kemudian, dikutip dari laman bankmandiri.co.id, bunga tabungan untuk saldo di bawah Rp 1 juta hanya 0 persen sedangkan untuk saldo tabungan yang lebih besar pun bunganya masih di bawah 1 persen.

Contohnya, untuk produk Tabungan Rupiah, saldo di bawah Rp 50 juta bunganya 0 persen, saldo Rp 50 juta sampai kurang dari Rp 500 juta bunganya 0,10 persen, saldo Rp 500 kita sampai kurang dari Rp 1 miliar bunganya 0,60 persen, dan saldo lebih dari Rp 1 miliar bunganya 0,60 persen.

Uang di tabungan tergerus, makin berkurang

Sementara itu, nasabah juga harus membayar biaya admin tiap bulan, biaya transfer, dan biaya-biaya lain yang dipotong dari saldo nasabah.

Dengan bunga yang serendah itu, tentu nilai uang yang ditabung akan semakin berkurang jika diendapkan di rekening tabungan.

Belum lagi, dengan adanya inflasi setiap tahunnya dapat menggerus nilai uang yang ditabung tersebut.

Milenial bisa simpan uang di mana?

Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, saat ini menabung di bank sudah tidak menguntungkan lagi.

“Sudah tidak menguntungkan apalagi nominal simpanannya kecil, karena antara bunga yang didapatkan dengan biaya administrasi, pajak akan menggerus nilai simpanan,” ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (9/9/2022).

Oleh karenanya, dia bilang, generasi milenial harus kreatif dalam menyimpan gaji dan pendapatannya. Sebab, kini produk tabungan tidak bisa dijadikan satu-satunya tempat menyimpan uang.

Milenial dapat mulai mencari berbagai instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko dan target investasinya agar nilai uangnya dapat tetap berkembang.

“Perlu diversifikasi ke surat utang ritel misalnya yang bunganya jauh lebih tinggi dibanding simpanan bank atau alihkan sebagian ke emas, valas, dan reksadana saham,” jelasnya.