Ketika Gojek Bawa Nafas Baru bagi Bisnis UMKM…

radarutama.com – “Berkat bergabung dengan GoFood, saya bersama istri dapat mengembangkan usaha melalui dapur rumah kami dan tidak perlu memiliki toko fisik. Selain itu, GoFood membantu usaha saya dapat lebih mudah dijangkau oleh pelanggan, sekaligus memudahkan kami mengelola usaha secara digital lewat aplikasi GoBiz,” demikian curhat Mingan, pemuda asal Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang saat ini membuka usaha ayam goreng dengan brand Ayam Geprek Express.

Pria yang berusia 30 tahun ini adalah salah satu pelaku usaha yang sejak bergabung menjadi mitra merchant Gojek lewat ekosistem GoFood turut merasakan banyak manfaat untuk perkembangan bisnis usahanya.

Sebelumnya, pemuda yang sering disapa Mian ini, berprofesi sebagai driver ojek online Gojek pada tahun 2017. Namun saat pandemi merebak pada awal 2020, Mian sapaanya, mengalami tantangan mencari pemasukan karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Table of Contents

Nafas baru

Agar terus bisa mencukupi kebutuhan keluarganya, Mian berinisiatif membuka usaha kuliner Ayam Geprek Express dari dapur rumahnya di Cibubur, Bogor, Jawa Barat.

Perjalanan Mian dalam membangun usaha kuliner ayam geprek bukan tanpa tantangan.

“Pada awal membuka usaha Ayam Geprek Express, saya hanya memiliki modal Rp 500.000. Bermodalkan uang tersebut, saya nekat memulai bisnis pertama walaupun tidak memiliki pengalaman berbisnis sedikit pun,” kata dia seperti dikutip dari siaran pers Gojek, Rabu (3/8/2022).

“Banyak faktor yang memotivasi saya, salah satunya ketika menjadi driver online saya sering mengambil pesanan dari GoFood dan berkesempatan juga untuk berdiskusi dengan teman-teman UMKM. Dari situ, saya mulai yakin untuk membangun usaha kuliner bersama istri,” sambung Mian.


Sejak hari pertama Ayam Geprek Express beroperasi di tengah pandemi tahun 2020, Mian telah mendaftarkan usahanya di layanan pesan antar makanan online GoFood dan berhasil mendapatkan 3 pesanan pertama secara online.

Berawal dari keberhasilannya, ia semakin optimistis untuk mengembangkan usahanya.

Kini setelah hampir dua tahun berprofesi sebagai pengusaha kuliner, Mian membuktikan perkembangan positif dengan mampu membuka 3 merek usaha kuliner lainnya yang bernama Ayam Bakar Djotosz Express, Ayam Goreng Sreeng Express dan Ikan Bakar Djueet Express. Baginya, Gojek memberikan “nafas baru” untuk usahanya.

“Berkat bergabung dengan GoFood, saya bersama istri dapat mengembangkan usaha melalui dapur rumah kami dan tidak perlu memiliki toko fisik. Selain itu, GoFood membantu usaha saya dapat lebih mudah dijangkau oleh pelanggan, sekaligus memudahkan kami mengelola usaha secara digital lewat aplikasi GoBiz,” kata dia.

Menurut Mian, dengan bergabung menjadi mitra GoFood memberikan wadah untuk belajar dan mendapatkan pelatihan dalam mengelola usaha secara maksimal. Mulai dari cara foto menu, strategi mengatur harga jual produk hingga belajar mengatur promo.

“Saya memanfaatkan edukasi melalui fitur BizTips yang saya pelajari di aplikasi GoBiz, kemudian saya juga bergabung dalam Komunitas Partner GoFood (KOMPAG) di Facebook serta mengikuti salah satu programnya yakni program Bangkit yang dikhususkan bagi pengusaha kuliner yang baru bergabung dengan GoFood,” ungkapnya.

Berkat teknologi digital dan ragam edukasi serta pelatihan yang disediakan oleh ekosistem Gojek, Ayam Geprek Express berhasil meningkatkan pejualan sebesar 15 kali lipat sejak awal berjualan hingga saat ini. Bahkan, Mian telah mampu menghasilkan omzet hampir Rp 77 juta per bulannya dan melayani kurang lebih 75 pesanan setiap harinya.

Perkembangan positif usaha Mian juga didasari oleh kreativitas dan inovasinya terhadap keunggulan produk yang dijual. Untuk memastikan kualitas dan keunikan makanan yang dijual, Mian bersama istrinya memiliki resep orisinal yang bervariasi.

Selain itu, demi menjaga kesegaran sambal yang disajikan, Ayam Geprek Express tidak menstok sambal yang diberikan kepada pelanggan dan selalu menyajikan sambal yang baru diolah.

“Menurut saya kunci memulai usaha, terutama di tengah masa adaptasi dan pemulihan seperti sekarang ini adalah keuletan, keterampilan dan dukungan platform digital,” ucap Mian.

Immune booster

Saat ini, khususnya sejak adanya pandemi, UMKM memang dituntut untuk masuk ke platform online jika ingin mengembangkan usaha.

Bank Indonesia menyebutkan sebanyak 87,5 persen UMKM terdampak pandemi Covid-19. Dari jumlah ini, sekitar 93,2 persen di antaranya terdampak negatif di sisi penjualan.

Berangkat dari sinilah Gojek melalui ekosistem GoFood mengeluarkan “immune booster” bagi pelaku UMKM dengan berbagai inisiatif program pengembangan usaha.

Selama masa pandemi, Gojek telah mengeluarkan Rp 1 triliun untuk berbagai inisiatif mendukung mitra UMKM dan mitra driver. Inisiatif tersebut bertujuan membantu mitra bertahan, tumbuh, dan bangkit bersama menghadapi pandemi.

Gojek juga memberikan apresiasi kepada mitra ekosistem yang telah menjadi pejuang pandemi dalam ajang penghargaan tahunan Mitra Juara Gojek.

“Berkat dukungan mitra driver dan mitra UMKM selama 11 tahun ini, Gojek dapat terus memberikan dampak positif dalam memudahkan kehidupan sehari-hari masyarakat, yang tercermin melalui kontribusi ekosistem kami terhadap pertumbuhan dan pemulihan ekonomi nasional,” ujar CEO Gojek Kevin Aluwi secara virtual, Jumat (5/11/2021).

Ia menambahkan, khusus bagi mitra UMKM, Gojek juga menjalankan sejumlah inisiatif untuk membantu agar bisnis mereka tetap bertahan dan tumbuh.

“Kami secara konsisten memberikan subsidi promo bagi mitra UMKM yang tidak hanya bertujuan mendorong daya beli konsumen, tetapi juga menimbulkan efek bola salju sehingga mitra usaha dan mitra driver tetap bisa mendapatkan order,” ucapnya.

Selain program subsidi promo, Gojek membekali mitra UMKM dengan membagikan paket protokol kesehatan supaya konsumen tetap merasa aman dan nyaman memesan GoFood. GoFood juga mendistribusikan tas pengantaran kepada para mitra driver untuk membantu menjaga higienitas makanan yang diantarkan.

Berbagai inisiatif yang dikeluarkan Gojek disambut baik oleh Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM).

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil & Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki memberikan apresiasi atas solusi GoFood yang merupakan bagian dari ekosistem Gojek untuk mempercepat UMKM go online. Solusi untuk segera bangkit di tengah situasi pandemi.

Digitalisasi, kata Teten, merupakan solusi dari permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM saat ini. Maka dibutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah dengan platform digital seperti GoFood dan Gojek untuk membangkitkan kembali UMKM sektor makanan dan minuman di Indonesia.

“Dari yang kami catat, ada sejumlah UMKM yang sudah terhubung ke marketplace online itu penjualannya meningkat 18 persen berdasarkan data yang kami terima. Tapi kami yakin sebenarnya bisa lebih besar lagi, bisa dua kali lipat,” ucap Teten.

Pandemi Covid-19 yang melahirkan kebijakan social distancing, physical distancing, work from home, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau apapun istilahnya, menurut Teten, membuat orang lebih banyak berbelanja online. Termasuk makanan.

“Ya lewat GoFood seperti itu justru meningkat,” kata dia.

Baru-baru ini, GoFood menyelenggarakan 3 Tahun Semarak KOMPAG sebagai ajang perayaan hari jadi KOMPAG dan mengapresiasi pencapaian positif mitra UMKM GoFood yang digelar pada 14 Oktober 2022 kemarin.

KOMPAG didirikan pada Oktober 2019 dan menjadi komunitas pertama yang menyediakan serangkaian program edukasi, pelatihan dan kesempatan berjejaring bagi pelaku UMKM kuliner di industri online food delivery.

Berawal dari 25.000 anggota, KOMPAG terus berkembang di mana saat ini telah beranggotakan lebih dari 180.000 UMKM kuliner dari 75 kota di Indonesia.

Group Head of Merchant Marketing Gojek dan GoTo Financial, Bayu Ramadhan mengatakan, melalui KOMPAG, para mitra UMKM GoFood mendapatkan berbagai manfaat positif dari rangkaian edukasi dan pelatihan ekosistem Gojek.

“Mulai dari penerapan di keseharian usahanya hingga mampu meningkatkan kepercayaan diri dalam mengembangkan bisnis. Hal inilah yang memotivasi kami untuk terus berinovasi dan memperkuat wadah komunitas serta edukasi KOMPAG bagi mitra UMKM kuliner kami,” ujarnya.

Inisiatif ternyata dirasakan manfaatnya oleh pelaku UMKM. Lathiful Amri, pemilik Usaha Pancong Ruang Rasa dan perwakilan Mitra Usaha GoFood yang turut menjelaskan dampak positif KOMPAG.

Dia mengatakan rangkaian edukasi dan pelatihan rutin di KOMPAG telah membantunya menemukan solusi tepat dalam mengoptimalkan performa bisnis secara online di tengah kondisi yang tak menentu.

“Berkat KOMPAG dan GoFood, saya mampu meningkatkan penjualan Pancong Ruang Rasa sebesar 20 persen pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

Adapun Gojek akan berfokus kepada dua program pada tahun 2023 untuk para mitra usaha GoFood.

“Pada tahun 2023, tahun depan kami akan memiliki dua fokus, yang pertama adalah mentorship dan pengembangan skala bisnis. Ini kami akan memperkuat pelatihan bersama mentor dan Ketua KOMPAG dan juga pakar industri untuk mitra usaha GoFood dengan fokus topik pengembangan skala bisnis,” ujar Group Head of Merchant Marketing Gojek dan GoTo Financial, Bayu Ramadhan dalam diskusi bersama media di Jakarta, Senin (17/10/2022).

Bayu mengatakan, pelatihan-pelatihan dengan mentorship dan pengembangan skala bisnis akan digelar secara offline maupun online. Adapun pelatihan-pelatihan tersebut akan digelar di 75 kota di Indonesia.

“Fokus kedua adalah ekspansi di kota-kota baru. Tujuannya untuk mendukung mitra usaha GoFood seIndonesia untuk lebih agar terhubung bersama. Dan juga kami ingin menjangkau kota-kota baru yang basis konsumen GoFood-nya kuat. Tujuannya untuk meningkatkan kapabilitas mitra usaha GoFood supaya bisa lebih menjangkau lebih banyak pelanggan di kota tersebut,” ucap Bayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *