radarutama.com – Proses konsolidasi aset PalmCo bakal segera rampung. Hal ini diungkapkan oleh Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.

“Prosesnya sudah rampung. Akan diumumkan dalam waktu dekat,” terang Arya belum lama ini.

Seperti diketahui, konsolidasi aset perkebunan dan pabrik menjadi salah satu tahapan awal sebelum PalmCo memulai proses IPO. PalmCo bakal memiliki lahan perkebunan sawit dengan luas sekitar 700.000 hektar (ha).

Kemudian, mengutip situs resmi, PTPN III saja saat ini memiliki setidaknya 12 pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS). Jika ditotal, kapasitas tandan buah segarnya mencapai 585 tandan buah segar (TBS) per jam.

Sejalan dengan rampungnya proses konsolidasi tersebut, diharapkan proses initial public offering (IPO) sub-holding PTPN III di sektor perkebunan sawit itu bisa berjalan sesuai jadwal. PalmCo ditargetkan bisa IPO pada 2023 dan meraup dana segar antara Rp 5 triliun hingga Rp 10 triliun.

Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick BUMN menyebut, pihaknya telah mengkonsolidasikan PTPN dari sebelumnya sebanyak 14 perusahaan menjadi 4 perusahaan. BUMN akan memisahkan perusahaan khusus kelapa sawit menjadi PalmCo.

Artinya, PalmCo dapat melangsungkan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham pada tahun 2023. Harapannya, PalmCo dapat menyelesaikan permasalahan minyak goreng yang harganya sempat melambung dan menyulitkan daya beli masyarakat.

“Karena selama ini PTPN sulit seimbangkan pasar, karena pasar minyak goreng hanya 5%,” tuturnya.

Erick tengah mencoba membangun terobosan dengan Menteri Koperasi dan UMKM di Sumatera Utara. PTPN cukup dominan di wilayah ini dengan adanya minyak dengan merek Nusakita yang lebih murah dibandingkan swasta.