radarutama.com – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank telah menyalurkan pembiayaan kepada 224 UMKM berorientasi ekspor hingga Agustus 2022.

Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI Gerald Grisanto dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas UMKM menembus pasar ekspor dengan layanan satu pintu mulai dari pelatihan, pendampingan, pembiayaan dan asuransi.

“Dengan seluruh layanan tersebut diharapkan para pelaku UMKM nasional bisa bersaing di pasar global,” ujar Gerald.

Menurutnya, Langkah LPEI juga mempermudah UMKM memperluas pasar ekspor melalui kegiatan business matching atau temu bisnis sebanyak lima kali berkolaborasi dengan FTA Center-Export Center Kementerian Perdagangan di Canberra-Australia, Jeddah-Arab Saudi, Lagos-Nigeria, Busan-Korea Selatan, dan London-Inggris.

LPEI menjalankan mandat dari Undang-Undang (UU) Nomor 2 tahun 2009, yang merupakan Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan untuk mendukung program ekspor nasional melalui pembiayaan, penjaminan, asuransi ekspor dan jasa konsultasi.

Indonesia Eximbank juga turut serta dalam mendukung upaya pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui layanan finansial dan non finansial kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berorientasi ekspor.

Sebagai negara yang kaya dengan sumber daya alam, Indonesia memiliki potensi ekspor yang besar. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), total ekspor Indonesia pada tahun 2021 mencapai 231,6 miliar dolar AS atau naik 41,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), yakni pada 2020 yang sebesar 163,2 miliar dolar AS.

Sementara itu, secara kumulatif Januari-Juli 2022, total ekspor Indonesia berhasil menembus nilai 166,7 miliar dolar AS atau tumbuh 36,3 persen (yoy).