radarutama.com – Tahun 2022 merupakan salah satu tahun gemilang bagi korporasi Indonesia. Selain pembukaan ekonomi yang lebih luas dan pulihnya daya beli serta pertumbuhan ekonomi yang naik signifikan, tingginya harga komoditas turut menjadi kabar baik bagi dunia bisnis Tanah Air.

Tahun ini bursa saham Tanah Air menjadi satu dari sedikit pasar ekuitas global yang mampu memberikan pengembalian positif kepada para investor. Indeks acuan pasar saham domestik tahun ini mampu menguat nyaris 10% dan menjadi bursa dengan kinerja terbaik di kawasan Asia Pasifik.

Harga saham yang lebih tinggi tersebut ikut tercermin dari korporasi Tanah Air yang ikut mencatatkan kinerja yang lebih baik tahun ini.

Melansir data Refinitiv, hingga pekan kedua bulan September, sebanyak 660 emiten dari total 813 perusahaan tercatat di bursa diketahui telah melaporkan kinerja keuangan untuk semester pertama tahun ini.

Secara agregat, total laba yang dicatatkan oleh perusahaan yang telah melaporkan kinerja keuangan semester pertama tahun ini meningkat tajam atau naik 72% menjadi Rp 325,96 triliun dari semula Rp 189,36 triliun.

Peningkatan signifikan ini terjadi karena pemulihan ekonomi nasional ikut memperbaiki tingkat profitabilitas perusahaan. Laba sejumlah perusahaan tercatat mampu meningkat pasca pembatasan sosial dicabut seperti yang dirasakan oleh Grup MAP dan emiten transportasi Grup Triputra, Adi Sarana Armada (ASSA). Pembukaan ekonomi yang lebih luas juga menjadi berkah bagi emiten taksi Blue Bird (BIRD) yang tahun ini mampu mencatatkan laba dari semula merugi.

Sementara itu harga komoditas yang lebih tinggi ikut membuat sejumlah perusahaan membalikkan keadaan menjadi untung seperti yang terjadi pada Surya Esa Perkasa (ESSA) dan Eagle High Plantation (BWPT).

Dari 660 emiten yang telah melaporkan kinerja keuangan, jumlah perusahaan yang masih mengalami kerugian tercatat turun menjadi 171 dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 189 perusahaan.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Daftar Perusahaan Dengan Catatan Laba Terbesar