radarutama.com – PT PLN (Persero) menambah trafo berkapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA) di Gardu Induk (GI) Labuan Bajo. Hal ini dilakukan untuk mendukung Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas.

General Manager Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) Wahidin menjelaskan sebelumnya GI Labuan Bajo hanya memiliki 1 trafo berkapasitas 20 MVA. Dengan adanya tambahan trafo ini, operasional GI Labuan Bajo memiliki dua trafo dengan total kapasitas mencapai 50 MVA.

“Langkah ini wujud komitmen PLN untuk menunjang aktivitas kegiatan ekonomi di kabupaten Manggarai Barat, khususnya Labuan Bajo yang merupakan kawasan destinasi pariwisata super prioritas dan tentunya kawasan pengembangan strategis nasional,” ujar Wahidin dalam keterangan tertulis, Jumat (9/9/2022).

Lebih lanjut, Wahidin menjelaskan tambahan trafo ini juga membuat pasokan listrik pada Sistem Flores menjadi semakin kuat dan andal. Pasalnya, saat ini Sistem Flores memiliki daya mampu 94,97 Megawatt (MW) dengan besaran beban puncak 79,34 MW, yang artinya terdapat daya cadangan sebesar 15.63 MW.

Melalui penambahan ini, PLN optimistis dapat menyuplai kebutuhan para pelanggan premium dan masyarakat umum. Terlebih proyek penambahan trafo ini juga menyerap 40 orang tenaga kerja lokal.

“Pada tahap terakhir nanti kami akan menyelesaikan pekerjaan akses jalan yang memasuki lokasi gardu induk, sehingga masyarakat sekitar juga dapat menikmati dan memanfaatkan akses jalan yang lebih baik,” pungkas Wahidin.

Sebagai informasi, ke depan, PLN akan membangun saluran udara tegangan tinggi (SUTT) untuk menginterkoneksikan Gardu Induk Labuan Bajo dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Labuan Bajo di Kecamatan Rangko. Pembangunan ini direncanakan akan dimulai pada 2023.