radarutama.com – >

Badan Pengawas Makanan Singapura atau Singapore Food Agency (SFA) menarik dua produk asal Indonesia yaitu kecap manis ABC dan saus sambal ayam goreng ABC dari negaranya. Kecap Manis ABC yang ditarik, diimpor oleh New Intention Trading, dengan tanggal kedaluwarsa 26 Juni 2024. Sementara sambal Ayam Goreng ABC yang ditarik diimpor oleh Distributor Arklife dan memiliki tanggal kadaluwarsa 6 Januari 2024. Penarikan dua produk tersebut lantaran diduga mengandung sulfur dioksida, yang bisa menyebabkan alergi. Lalu bagaimana dengan di Indonesia?

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan, peredaran kecap dan saus ABC di Indonesia sudah sesuai prosedur.

Selengkapnya klik .

2. Teken Perpres FIR, Jokowi: Kita Berhasil Kembalikan Ruang Udara Kepri dan Natuna ke NKRI

Indonesia resmi mengambil alih ruang udara Kepulauan Riau (Kepri) dan Natuna yang sebelumnya dikelola Singapura.

Hal itu setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pengesahan Persetujuan Flight Information Region (FIR) Indonesia dan Singapura. Menurut Kepala Negara kesepakatan ini merupakan langkah maju atas pengakuan internasional terhadap ruang udara Indonesia.

“Berkat kerja keras semua pihak, kita telah berhasil mengembalikan pengelolaan ruang udara di atas Kepulauan Riau dan Natuna kepada NKRI,” kata Jokowi melalui Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (8/9/2022).

“Alhamdulilah, saya telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pengesahan Perjanjian FIR Indonesia dan Singapura. Kesepakatan ini merupakan langkah maju atas pengakuan internasional terhadap ruang udara Indonesia,” sambung Jokowi.

Selengkapnya klik .

3. Viral “Twit” Tips Isi BBM dengan Nominal Ganjil agar Tak Dicurangi, Ini Kata Pertamina

Sebuah tips mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina, viral di media sosial Twitter. Twit yang ditulis oleh akun @mihrabku pada Sabtu (3/9/2022) lalu, mengimbau pengguna kendaraan untuk mengisi BBM dengan nominal rupiah ganjil dan bukan genap.

Bahkan pengunggah dalam tulisannya, mengeklaim mendapatkan tips tersebut langsung dari pihak SPBU Pertamina.

Ada tips dari orang SPBU Pertamina. Kalau beli bensin nilai rupiahnya harus ganjil. Contohnya Rp 155.500 atau Rp 77.000. Jangan Rp 100.000. Settingan SPBU Pertamina itu merupakan angka genap,” tulis pengunggah tersebut dikutip Kompas.com, Rabu (7/9/2022).

Pengunggah juga mengklaim bahwa cara ini telah dipakai di hampir semua SPBU.

Selengkapnya klik .

4. Erick Thohir: Harga Pertamax Bisa Turun jika Harga Minyak Dunia 75 Dollar AS Per Barrel

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax bisa mengalami penurunan jika harga minyak mentah dunia turun ke level 75 dollar AS per barrel.

“Pertalite, Solar, dan Pertamax masih dalam subsidi. Jika minyak mentah dunia yang saat ini sebesar 95 dollar AS per barrel turun menjadi 75 dollar AS per barrel maka akan diikuti dengan harga jual Pertamax kepada masyarakat,” kata Erick dalam siaran pers, Rabu (7/9/2022).

Erick bilang, harga BBM jenis Pertamax berdasarkan mekanisme harga minyak mentah dunia. Sehingga, apabila terjadi penurunan harga minyak dunia, hal tersebut akan diikuti dengan penurunan harga jual BBM di masyarakat.

“Apabila harga minyak dunia turun, maka Pertamax pun akan mengikuti mekanisme tersebut dengan menurunkan harga jual kepada masyarakat,” ungkap Erick.

Selengkapnya klik .

5. Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok ke Level Terendah Sepanjang 7 Bulan Terakhir

Harga minyak mentah dunia pada perdagangan Rabu (7/9/2022) mengalami penurunan terendah dalam 7 bulan terakhir. Pergerakan harga minyak dibayangi oleh kondisi ekonomi global yang berpotensi mengalami resesi.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah berjangka Brent menetap di level 88 dollar AS per barrel, atau anjlok 5,2 persen. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terjun 5,69 persen, atau 81,94 dollar AS per barrel.

Analis PVM Stephen Brennock mengatakan, harga minyak turun lebih dari 4 dollar AS pada perdagangan Rabu ke level terendah sejak Rusia menginvasi Ukraina.

Selain itu, kekhawatiran permintaan yang dipicu oleh risiko resesi juga membayangi harga minyak. Pun demikian dengan data perdagangan China yang suram.

“Momok resesi melemahkan permintaan di seluruh dunia, terutama di Barat. Ini menunjukkan, situasi semakin dekat dengan dampak inflasi yang melonjak, begitupun kenaikan suku bunga yang menyebabkan penurunan konsumsi,” kata Stephen Brennock.

Selengkapnya klik .