radarutama.comJakarta, CNBC Indonesia – Ratu Inggris, Elizabeth tutup usia. Ia meninggal dunia pada Kamis (8/9) siang waktu setempat di usia 96 tahun, setelah kondisi kesehatannya semakin memburuk dalam beberapa waktu terakhir.

Melansir Liverpoolecho yang merupakan media lokal, pada Jumat (9/9/2022), akan ada beberapa perubahan dalam aktivitas warga Inggris dalam beberapa hari ke depan karena seluruh bangsa Inggris sedang berkabung. Dengan kepergian penguasa terlama di Inggris dan pemimpin tertua di dunia, yang telah memerintah selama lebih dari 70 tahun, kerajaan Inggris Raya akan melakukan setidaknya 10 hari upacara khidmat.

Artinya, akan banyak aktivitas ekonomi dan banyak tempat usaha akan mengalami perubahan jam operasional atau bahkan ditutup. Namun, penutupan tidak dilakukan untuk bursa saham Inggris.

Bursa Efek London kemungkinan akan ditutup pada hari pemakaman Ratu dan diprediksikan akan berlanjut hingga beberapa hari setelahnya.

Namun, pada Kamis (8/9), Bursa Efek London kompak berakhir di zona hijau, di mana indeks FTSE 100 yang merupakan indeks acuan Inggris, berakhir naik tipis 0,34% ke 7.262,06.

Hal serupa terjadi pada indeks FTSE 250 terapresiasi 0,36% ke 18.878,29 dan indeks FTSE 350 menguat 0,34% ke 4.025,18. Sedangkan, indeks FTSE ALL-Share naik tipis 0,35% ke 3.9990,56 dan indeks FTSE AIM All-Share tumbuh 0,39% ke 869,36.

TIM RISET CNBC INDONESIA