radarutama.comRatu Elizabeth II meninggal dunia di Istana Balmoral, Skotlandia genap pada usia 96 tahun. Ungkapan duka turut mengalir dari berbagai negara mengiringi kepergian Sang Ratu Inggris itu.

Lantas bagaimana pergerakan nilai tukar pound sterling?

Dikutip dari data perdagangan RTI, Jumat (9/9/2022), mata uang pound sterling Inggris melemah 0,60% terhadap dolar AS. Mata uang Britania Raya itu pada pukul 09.30 WIB berada di posisi US$ 1,1568.

Pound sterling sempat berfluktuatif pagi ini di mana posisi terendah di Rp US$ 1,1494 dan posisi tertinggi di US$ 1,1570. Sejak sepekan terakhir juga mata uang negeri Ratu Elizabeth itu melemah 0,58%.

Dilansir CNN, mata uang pound sterling jatuh ke level terendahnya terhadap dolar AS sejak 37 tahun terakhir. Inggris masih bergulat dengan serangkaian masalah ekonomi yang cukup sulit.

Ancaman resesi, krisis energi dan inflasi di negara-negara G7 membuat nilai pound sterling terus tenggelam sejak tahun lalu. Nilai saat ini bahkan lebih rendah dibandingkan Maret 2020 saat awal pandemi COVID-19.

Pada Rabu (7/9) nilai pound sterling bahkan sempat menyentuh US$ 1,1406. Hal itu membuatnya turun ke level terendahnya terhadap dolar AS sejak 1985, saat Margaret Thatcher masih menjabat Perdana Menteri.