radarutama.com – Harga saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) ditutup menguat tipis 0,56% ke level Rp 179 per unit pada akhir perdagangan sesi I, Jumat (9/9/2022).

Berdasarkan data BEI, dalam tiga bulan terakhir saham BIPI sudah melonjak 51,69% dan sejak awal tahun meroket 258%.

Dari sisi kinerja keuangan, perseroan belum merilis laporan keuangan semester I-2022 yang sedang ditelaah terbatas, yang rencananya baru akan dirilis selambat-lambatnya akhir September.

Perseroan berencana menggelar public expose pada 15 September mendatang, di mana perseroan berpartisipasi dalam acara Public Expose Live 2022 yang digelar BEI.

Adapun pada 6 September lalu, PT Indotambang Perkasa diketahui menjual 1,7 miliar saham BIPI dan kepemilikannya di perseroan kini berkurang dari 26,51% menjadi 23,57%.

Tidak disebutkan Indotambang Perkasa menjual di harga berapa, namun mengacu pada penutupan perdagangan pada 6 September, harga saham BIPI ditutup di Rp 182 per unit. Jika transaksi terjadi di harga tersebut, maka nilai transaksi mencapai Rp 309,4 miliar.

Kenaikan harga saham BIPI nampaknya masih ditopang oleh kabar akuisisi yang dilakukan perusahaan. BIPI mengakuisisi PTT Mining Ltd Hongkong (PTTML) senilai US$ 471 juta atau setara Rp 7 triliun (asumsi kurs Rp 14.888 per US$).

Kurniawati Budiman, Corporate Secretary BIPI dalam keterbukaan informasi menjelaskan pada Selasa (2/8/2022), BIPI baru saja menandatangani Share Purchase Agreement dengan PTT International Holdings Limited dan PT Sintesa Bara Gemilang terkait akuisisi tersebut.

Adapun Sintesa Bara Gemilang merupakan entitas anak BIPI dengan kepemilikan tidak langsung melalui PT Astrindo Mahakarya Indonesia.

“Seiring dengan kenaikan harga baru bara, akuisisi ini akan berdampak langsung pada peningkatan kinerja keuangan perseroan di 2022,” jelas Kurniawan, Selasa (2/8/2022).

Adapun PTTML saat ini memiliki beberapa konsesi tambang batu bara, antara lain di Brunei Darussalam, Madagaskar, dan tiga tambang batu bara di Kalimantan, Indonesia.

PTTML sendiri merupakan entitas anak dari PTT International Holdings Limited, entitas anak yang sepenuhnya dimiliki oleh PTT.

PTT adalah perusahaan energi Thailand yang terintegrasi penuh, mengoperasikan bisnis yang terdiri dari gas alam, transmisi gas, perdagangan internasional, bisnis baru dan bisnis infrastruktur.