Ternyata Tamasia Tak Berizin, Bappebti Layangkan Teguran Keras!

radarutama.com – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memberikan teguran kepada startup jual beli emas PT Tamasia Global Sharia (Tamasia). Sebab perusahaan ternyata belum memiliki izin.

Tamasia sendiri tiba-tiba menjadi pusat perhatian setelah digeruduk para usernya di media sosial. Para user mengeluhkan tak bisa mengakses akunnya dan tiba-tiba diminta untuk melakukan penjualan emas.

Nah yang bikin heboh adalah Tamasia meminta usernya untuk menjual emas di harga Rp 800 ribu per gram. Permintaan itu karena perusahaan berencana mengubah jenis bisnisnya.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Tirta Karma Senjaya menyebut Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan sudah menegur Tamasia.

“Bappebti sudah memberikan surat teguran kepada Tamasia,” kata dia kepada, Rabu (18/1/2023).

Tirta mengatakan, Bappebti meminta itikad baik dari Tamasia untuk segera mendaftarkan izin perdagangan emas digital kepada Bappebti.

“Hal ini agar sistem dan mekanisme perdagangannya sesuai ketentuan dan bisa terawasi secara periodik,” ujar dia.

Dari laman resmi Bappebti hanya ada lima perusahaan pedagang emas digital yang terdaftar. Yaitu PT Indogold Makmur Sejahtera (Indogold), PT Indonesia Logam Pratama (Treasury), PT Laku Emas Indonesia (Laku Emas), PT Pluang Emas Sejahtera (Pluang) dan PT Sehati Indonesia (Sakumas).

Sebelumnya diberitakan Tamasia akan melakukan perubahan model bisnis. Dikutip dari Instagram resmi tamasia_id pihak Tamasia mengunggah permintaan maaf.

“Melalui postingan ini Tamasia ingin mengucapkan permintaan maaf karena sudah membuat pengguna Tamasia kecewa. Percayalah kami sudah mengupayakan yang terbaik untuk Tamasian. Kami tetap ada dan hadir, dan memastikan tetap bersama Tamasian, jika ada kendala atau yang ingin dibantu jangan ragu hubungi CS di bit.ly/CSTamasia,” tulisnya dilihat detikcom, Rabu (18/1/2023).

Dalam unggahannya Tamasia menyebut selalu mengupayakan yang terbaik untuk para pengguna. “Namun saat ini, Tamasia berada di kondisi yang harus mengikuti ketentuan regulator sehingga perlu bertransformasi business model. Karena itu kami memohon maaf kepada Tamasian jika ada beberapa perubahan yang terjadi,” tulisnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!