radarutama.com – Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis (8/9/2022) waktu setempat setelah sempat menyentuh posisi terendah dalam 8 bulan terakhir.

Mengutip , harga minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI naik 1,6 dollar AS per barrel menjadi 83,54 dollar AS. Sementara Brent untuk pengiriman November naik 1,15 dollar AS per barrel menetap pada level 89,15 dollar AS per barrel.

Dalam perdagangan hari Kamis, pasar cenderung mengabaikan laporan AS yang menunjukkan pembengkakan stok minyak mentah dan permintaan yang merosot.

Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di Keuangan BOK mengatakan, kenaikan harga minyak terjadi saat persediaan minyak AS naik 8,85 juta barrel pekan lalu. Di sisi lain, permintaan bensin jatuh di bawah level musiman tahun 2020.

“Minyak mentah mencoba untuk bangkit dari level terendah sejak Maret karena aksi jual dua minggu terakhir. Selain itu, perlambatan yang dirasakan di Asia dan Eropa dikhawatirkan akan mendorong penurunan permintaan,” kata Dennis Kissler.

Jatuhnya harga minyak mentah dalam beberapa hari terakhir jadi perhatian selama sebagian besar musim panas. Minyak berjangka telah diperdagangkan di bawah MA utama dan membentuk pola teknis bearish yang menambah aksi jual baru-baru ini.

Dennis Kissler menambahkan, pengetatan moneter dan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi juga membebani pasar.

“Menguatnya dollar AS ke level tertinggi mendorong faktor bearish untuk perdagangan minyak mentah. Sementara Fed akan menaikkan suku bunga lagi, yang juga akan mendorong berlanjutnya tren bearish. Ini juga terjadi bersamaan dengan penguncian yang terjadi di China,” kata Kissler.

Sementara itu, pemerintahan Biden sedang mempertimbangkan kemungkinan rilis lain dari Cadangan Minyak Strategis untuk mencegah lonjakan harga minyak ketika sanksi UE terhadap pasokan Rusia mulai berlaku musim dingin ini.