12 Diet Sehat yang bisa Dicoba

radarutama.com

Diet Mediterania menjadi standar untuk pola makan sehat. Sebab, mengonsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, ikan, daging tanpa lemak, dan minyak zaitun dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung.

2. Diet Nordik

Sama seperti diet Mediterania , diet Nordik berfokus pada makanan utuh.

Namun dalam diet ini, jenis minyak yang digunakan adalah minyak canola, bukan minyak zaitun.

3. Diet volumetrik

Diet volumetrik adalah pola makan yang mencakup makanan rendah kalori dan menyehatkan yang membuat kita tidak merasa lapar seperti diet lain.

4. Diet pegan

Bagi yang tertarik dengan diet vegan namun sulit berpegang pada diet tersebut sepenuhnya, bisa mencoba diet pegan .

Diet pegan adalah perpaduan antara filosofi diet vegan dan diet paleo yang bertujuan menurunkan gula darah dan peradangan di tubuh.

5. Diet flexitarian

Pelaku diet flexitarian bisa mengonsumsi daging sesekali, namun menu utama yang difokuskan dalam diet ini terdiri dari buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan dan polong-polongan.

6. Diet keto

Diet keto merupakan pola makan yang membatasi karbohidrat dan meningkatkan asupan lemak.

Diet ini bertujuan agar tubuh memasuki kondisi ketosis, di mana lemak digunakan sebagai bahan bakar.

Tidak semua orang cocok menjalani diet keto , tetapi dapat membantu penderita diabetes tipe 2 atau mereka yang bermasalah dengan obesitas.

7. Diet Atkins

Diet lain yang berfokus mengurangi karbohidrat yaitu diet Atkins.

Diet Atkins mencakup beberapa fase berbeda yang menentukan berapa banyak karbohidrat yang boleh dikonsumsi.

8. Diet DASH

Penderita hipertensi dapat mencoba diet DASH untuk mengurangi asupan natrium, yang berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah.

9. Diet Whole 30

Sesuai namanya, diet Whole 30 mengharuskan kita untuk memakan makanan utuh selama 30 hari.

Tidak ada batasan kalori, namun kita disarankan untuk menghentikan asupan makanan tertentu seperti susu, alkohol, atau gula selama 30 hari.

Dengan demikian, kita mengatur ulang tubuh sebelum mengenalkan kembali makanan tersebut secara perlahan.

10. Intuitive eating

Pola makan intuitive eating cocok bagi yang ingin mengubah hubungan dengan makanan.

Pelaku intuitive eating berfokus memercayai tubuh dan memerhatikan isyarat kenyang agar dapat menentukan jenis makanan dan porsi yang sebaiknya dikonsumsi.

Dalam diet ini, tidak ada jenis makanan tertentu yang harus dibatasi atau dihindari.

11. Mindful eating

Jika kita sering makan tanpa memerhatikan makanan yang masuk ke dalam mulut, cobalah mindful eating .

Melalui mindful eating, kita memerhatikan apa dan mengapa kita makan. Tujuannya untuk memperlambat dan menikmati makanan yang masuk ke dalam tubuh.

12. Diet intermiten

Diet intermiten dapat membantu individu yang ingin mengurangi asupan kalori.

Ide di balik diet ini yaitu siklus antara puasa dan makan. Ada beberapa metode yang berbeda, salah satunya makan selama 8 jam dan kemudian berpuasa 16 jam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *