4 Tips Agar Produk Fesyen yang Kita Miliki Tidak Menjadi Limbah

radarutama.com

Untuk mencegah orang-orang membuang produk fesyen mereka yang berakhir menjadi limbah, Janna pun membagikan beberapa tips yang bisa dicoba sebagai berikut.

1. Membeli produk fesyen yang timeless

Menurut Janna, membeli produk fesyen yang timeless adalah salah satu cara yang bisa diterapkan untuk mencegah limbah fesyen.

Sebab, produk fesyen yang timeless biasanya akan selalu relevan dengan zaman maupun tren yang sedang berkembang.

“Produk fesyen dari Ghea Resort dirancang untuk mengikuti tren tapi timeless. Makanya, kami lebih banyak mengangkat tentang alam dan suku asli Indonesia supaya produk ini bisa menjadi bahan cerita (conversation piece) apabila konsumen memakainya traveling ke luar negeri,” terangnya.

“DI samping itu, produk yang timeless juga bisa diturunkan ke generasi selanjutnya karena sekarang saya sering sekali bertemu dengan orang-orang yang ternyata masih memakai baju bekas orangtuanya,” lanjut dia.

Namun, ke depannya, Janna berharap agar produk fesyennya yang sudah tidak terpakai bisa dikembalikan untuk didaur ulang dengan mengubahnya menjadi koleksi baru atau aksesori lain.

2. Merawat dengan baik

Merawat dan menjaga produk fesyen dengan baik dapat memperpanjang umur pakai yang sekaligus mampu mencegah kita untuk membuangnya.

Sebagai pemilik label fesyen, Janna mengingatkan pentingnya merawat pakaian sesuai dengan petunjuk yang ada, terutama jika bahannya adalah wastra atau kain asli Indonesia dan menggunakan pewarna alami.

“Kalau saya pribadi sih menyarankan untuk mencuci pakaian dan celana itu dengan sabun organik,” ungkapnya.

“Walaupun lebih mahal, tapi itu bisa membuat produk fesyen lebih awet dan kita tidak membuang lebih banyak limbah ke lingkungan. Jadi, semua produk fesyen yang ada di rumah mulai dari proses mencuci sampai perawatannya harus benar-benar diperhatikan,” sambung dia.

3. Memperbaiki atau menyumbangkannya

Ada pun cara lain yang juga dianjurkan Janna untuk mencegah pembuangan produk fesyen adalah dengan memperbaiki atau menyumbangkannya kepada orang-orang yang membutuhkan.

“Memang, tidak dapat dipungkiri jika pasti ada waktunya pakaian kita rusak atau kekcilan. Kalau kasusnya rusak atau robek, sebisa mungkin kita perbaiki supaya bisa terlihat bagus lagi,” katanya.

” Tetapi kalau sudah tidak cocok atau kekecilan, kita bisa menyumbangkannya agar lebih beramnfaat bagi orang lain,” saran dia.

4. Membeli barang preloved atau vintage

Mencegah limbah produk fesyen juga bisa dimulai dari awal, ketika kita pertama kali membelinya.

Janna pun merekomendasikan kita untuk thrifting, atau membeli atau barang-barang bekas (preloved) yang masih bagus dan tetap fashionable untuk dipakai lagi.

“Dulu saya dan Amanda sempat buat akun preloved di Instagram namanya Hippy Happy Shop. Karena dulu waktu sekolah di Belanda tahun 2001 itu sudah tren banget ya vintage shop dan sudah biasa beli thrift. Apalagi masih jadi anak sekolah kan uangnya belum banyak, jadi saya sering beli baju vintage,” terangnya.

“Tanpa disadari saya sudah mengurangi limbah fesyen saat beli barang vintage, meskipun saat itu niatnya hanya ingin berhemat. Tapi, saya yakin generasi saat ini sudah lebih paham dan aware tentang tren keberlanjutan dalam industri fesyen,” jelas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *