radarutama.comJakarta, CNBC Indonesia – Berkomunikasi merupakan kemampuan sosial yang bisa diajarkan ke anak sejak dini. Sebelum bayi belajar berbicara dalam bahasa asli, mereka mengoceh dan bersuara, bermain dengan suara. Istilah tersebut kerap disebut baby talk yang terdengar serupa di seluruh dunia.

Baby talk pertama bersifat nonverbal dan terjadi segera setelah lahir. Bayi meringis, menangis, dan menggeliat untuk mengekspresikan berbagai emosi dan kebutuhan fisik, mulai dari rasa takut dan lapar hingga frustrasi dan kelebihan sensorik.

Mengutip dari WebMD, bayi mulai bicara di usia 3 bulan, Bunda. Pada usia 3 bulan, bayi mendengarkan suara Bunda, memperhatikan wajah saat Bunda berbicara, dan menoleh ke arah suara, dan musik lain yang dapat didengar di sekitar rumah.

Banyak bayi lebih menyukai mendengar suara wanita daripada suara pria. Banyak juga yang lebih menyukai suara dan musik yang mereka dengar saat mereka masih dalam kandungan.

Lantas, bagaimana cara mengajak ngobrol bayi untuk mencegah speech delay alias terlambat bicara terjadi? Berikut lima caranya seperti dilansir berbagai sumber:

Dengarkan ocehan bayi, bisikkan, dan celotehkan suara yang sama itu kembali ke bayi. Bayi mencoba meniru suara yang dibuat orang tua mereka dan memvariasikan nada agar sesuai dengan bahasa yang didengar di sekitar mereka. Jadi bersabarlah dan beri bayi banyak waktu untuk “berbicara” dengan orang tuanya.

Cara apa lagi yang bisa dipraktekkan orang tua untuk melatih bayi bicara? Selengkapnya di >>> sini.