radarutama.com – Mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat sederhana seperti gula memang baik bagi tubuh untuk mendapatkan lebih banyak energi.

Meski begitu, tidak semua makanan dan minuman tersebut selalu bermanfaat, atau mungkin dapat meningkatkan kadar glukosa (gula) dalam darah.

Jika kita sering mengalami lonjakan gula darah, hal ini tentu saja dapat menyebabkan pradiabetes hingga diabetes seiring berjalannya waktu.

Itulah mengapa penting untuk mencoba dan mempertahankan gula darah yang bagus dan stabil dengan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat.

Selain itu, berhati-hatilah memilih makanan dan minuman yang tampaknya sehat tapi ternyata justru dapat menyebabkan lonjakan gula darah.

Nah, seperti yang dilansir laman The Healthy, berikut adalah beberapa daftar makanan dan minuman tak terduga yang perlu diwaspadai karena bisa mengakibatkan lonjakan gula darah sebagai berikut.

1. Semangka

Hampir semua buah manis secara alami.

Namun, asisten profesor klinis ilmu biomedis di Missouri State University, kata Natalie Allen, RD, mengatakan, semangka dapat memiliki efek yang lebih kuat pada gula darah.

Hal itu disebabkan karena semangka mengandung lebih sedikit serat dan protein daripada buah-buahan seperti beri dan apel.

Tetapi, itu tidak berarti kita harus menghindarinya sama sekali.

Namun, coba pertimbangkan untuk menambahkan protein atau lemak seperti keju feta ke irisan semangka untuk membantu tubuh memperlambat penyerapan kandungan gula.

2. Kentang

Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, semangkuk kentang dapat meningkatkan gula darah sebanyak sekaleng soft drink.

Meski demikian, nilai gizi kentang sangat berlimpah, karena sayuran akar ini mengandung makanan yang baik seperti vitamin C dan potasium.

Allen memberi tahu, ini semua tentang moderasi dan keseimbangan.

Dia merekomendasikan untuk menyertakan sumber protein sehat atau mencampurkan sayuran kaya serat seperti brokoli dan paprika dengan kentang kecil.

Penambahan ini juga bisa membantu tubuh kita mencerna kandungan gula dari kentang.

3. Jus alami dari buah-buahan

Serat dapat memberikan manfaat yang sangat besar dalam hal manajemen atau pencegahan diabetes.

Sayangnya, masalah dengan banyak buah, sayuran, dan jus “detoksifikasi” adalah bahwa meskipun semuanya bisa menjadi cara yang efisien untuk mendapatkan lebih banyak vitamin dan mineral, prosesnya akan menghilangkan serat makanan ini.

Spesialis perawatan dan pendidikan diabetes, Ruth Pupo Garcia, RDN, CDE, menjelaskan bahwa ini berarti fruktosa —gula alami dalam buah dan sayuran — tidak memiliki apa pun untuk menghentikannya lonjakan gula darah.

4. Produk bebas gula

Seorang ahli diet senior di UCLA Medical Center dan penulis Recipe For Survival, Dana Ellis Hunnes, PhD, MPH, RD, mengatakan ada banyak kue dan kue kering bebas gula di pasaran yang dijual untuk penderita diabetes.

Menurut dia, meskipun produk tersebut mungkin tidak ditambahkan gula, namun masih ada karbohidrat dari biji-bijian dan produk lain yang digunakan untuk memproduksinya dan itu bukan makanan yang benar-benar ramah diabetes.

5. Kombucha

Menurut uji klinis tahun 2022 yang diterbitkan dalam Foods, beberapa merek kombucha yang ramah usus dapat membantu menstabilkan gula darah.

Tapi, kata ahli gizi, Danielle McAvoy, RD, MSPH, penting untuk membaca label ketika hendak membeli minuman super ini.

Beberapa merek kombucha juga diketahui mengandung banyak gula tambahan.

McAvoy mengatakan bahwa kita perlu mencari botol kombucha dengan sekitar enam hingga delapan gram gula tambahan.

6. Minuman kopi

Menurut sebuah tinjauan studi yang diterbitkan dalam Journal of Traditional and Complementary Medicine, ada banyak penelitian yang melihat dampak potensial kopi terhadap gula darah.

Tapi satu hal yang pasti, gula tambahan dalam minuman kopi adalah rute cepat menuju lonjakan gula darah.

“Banyak orang terkejut dengan jumlah gula tambahan dalam minuman kopi mereka,” kata ahli gizi di LetsGetChecked, Megen Erwine RDN, LDN.

“Misalnya, segelas latte di kedai kopi bisa mengandung 35 gram gula tambahan. Itu hampir sembilan sendok teh,” ujar dia.

7. Flavored yogurt

Sebuah tinjauan penelitian tahun 2017 yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition mengatakan bahwa yogurt mengandung beberapa nutrisi utama untuk menurunkan risiko diabetes dan menstabilkan gula darah.

“Namun, kita tetap harus menghindari perasa buatan, gula tambahan, dan topping kemasan,” ungkap Erwine.

Ada pun salah satu campuran yang harus dihindari adalah flavored yogurt yang diberi topping granola.

“Kombo itu bisa memiliki 40 gram gula tambahan, [yang setara dengan] 10 sendok teh gula,” imbuh dia.