radarutama.com TRIBUNNEWS.COM, LONDON – Ratu Elizabeth II meninggal dunia di usia 96 tahun pada Kamis (8/9/2022) kemarin, setelah 70 tahun bertakhta.

Ratu Elizabeth II lahir di London, Inggris pada 12 April 1926 silam. Dia naik takhta di usia 25 tahun setelah kematian ayahnya, Raja George VI pada tahun 1952.

Pada tahun 2015, Ratu Elizabeth II dinobatkan sebagai pemegang takhta terlama di Inggris, menyalip nenek buyutnya Ratu Victoria yang memerintah selama 63 tahun.

Melansir dari Al Jazeera, suksesi takhta Inggris menentukan siapa yang akan menjadi raja dan ratu berikutnya.

Hal tersebut diputuskan berdasarkan keturunan, agama dan anak sulung. Keturunan Protestan dari Putri Sophia, cucu James I, berhak atas takhta. Raja masa depan juga harus “dalam persekutuan” dengan Gereja Inggris.

Sebelumnya, ahli waris laki-laki yang lebih muda dapat naik takhta menggusur anak perempuan yang lebih tua.

Namun pada tahun 2013, sebuah undang-undang disahkan yang memungkinkan ahli waris perempuan memiliki hak yang sama dalam garis suksesi di Inggris.

Saat Pangeran Charles diangkat menjadi Charless III, garis suksesi mahkota Inggris adalah :

1. Pangeran William, Adipati Cambridge (40 tahun)

2. Pangeran George, putra sulung Pangeran William yang berusia 9 tahun

3. Putri Charlotte, putri Pangeran William yang berusia 7 tahun.

4. Pangeran Louis, putra bungsu Pangeran William yang berumur 4 tahun.

Tonggak Politik

Selama 70 tahun pemerintahan Ratu Elizabeth II , Inggris telah dipimpin 15 perdana menteri yang berbeda.

Ratu memegang peran penting dalam menyetujui perdana menteri terpilih dan bertemu mereka secara teratur.

Saat Ratu Elizabeth II naik takhta, perdana menteri Inggris pertama yang berurusan dengan pemerintahannya adalah Winston Churchill.

Selama Ratu berkuasa, banyak peristiwa penting telah terjadi, baik di kerajaan, nasional maupun dunia. Dari pembentukan Uni Eropa (UE), Perang Irak, dan keluarnya Inggris dari UE.

Pada tahun 2011, Ratu Elizabeth II melakukan kunjungan kenegaraan ke Republik Irlandia, yang menandai momen penting dalam sejarah Inggris dan Irlandia, mengingat catatan historis kedua negara tersebut.

Pada tahun 2021, Pangeran Philip Adipati Edinburgh, suami Ratu Elizabeth II meninggal dunia dalam usia 99 tahun.

Pasangan ini menikah sejak tahun 1947 dan Ratu menggambarkan kepergian suaminya sebagai “kekosongan besar” dalam hidupnya.

Negara Persemakmuran

Ratu merupakan kepala negara untuk 15 negara, yang tergabung dalam Persemakmuran yaitu kelompok 54 anggota bekas koloni Inggris, dengan total populasi mencapai 2,5 miliar orang.

Selama tahun 1960-an, lebih dari 20 bekas koloni Inggris menyatakan kemerdekaannya. Selama periode ini pula, imigrasi dari negara-negara Persemakmuran ke Inggris meningkat.

Namun, itu juga merupakan periode emigrasi ekstensif orang Inggris ke luar negeri. Sehingga muncul Undang-Undang Imigran Persemakmuran untuk membatasi imigrasi dari negara-negara Persemakmuran.

Selama bertahun-tahun, setidaknya 17 negara telah mencopot Ratu sebagai kepala negara mereka dan menjadi republik.

Pada November 2021, negara kepulauan Karibia Barbados menjadi negara terbaru yang melakukan hal tersebut.

Saat ini ada 15 wilayah Persemakmuran antara lain Antigua dan Barbuda, Australia, Bahama, Belize, Kanada, Grenada, Jamaika, Selandia Baru, Papua Nugini, Saint Kitts dan Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent dan Grenadines, Kepulauan Solomon, Tuvalu, dan Inggris Raya.