radarutama.com – Menjalani pola hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko penyakit jantung , demensia , kanker , dan stroke .

Pola hidup yang tidak sehat antara lain malas berolahraga , punya kebiasaan merokok , termasuk mengonsumsi alkohol .

Akan tetapi para ahli menemukan faktor lain yang turut meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, kanker, demensia, dan stroke.

Faktor yang mereka maksud adalah golongan darah yang selama ini belum diketahui oleh banyak orang.

Golongan darah yang berisiko terkena penyakit jantung hingga stroke

Dilansir dari Best Life, ternyata ada satu golongan darah yang berisiko terkena penyakit jantung, kanker, demensia, dan stroke.

Untuk kamu yang penasaran, simak yang berikut ini.

1. Kanker

Golongan darah ternyata memengaruhi risiko terkena berbagai jenis kanker menurut temuan dari penelitian yang dipublikasikan Penn Medicine.

Secara khusus, orang-orang yang memiliki golongan darah AB memiliki risiko terdiagnosis kanker perut sebesar 21 persen.

Penn Medicine mengatakan, risiko golongan darah AB terkena kanker perut lebih tinggi ketimbang golongan darah lain.

Terlepas dari faktor golongan darah, kanker perut yang tergolong penyakit berbahaya dapat diturunkan risikonya dengan beberapa cara.

Seperti menjalani pola makan sehat yang kaya buah-buahan dan sayur segar, berolahraga, dan berhenti merokok serta alkohol.

Di samping itu risiko kanker perut dapat dicegah dengan menghindari makanan yang diasap atau mengandung tinggi garam.

2. Stroke

Stroke dianggap sebagian orang sebagai penyakit usia lantaran sering menyerang orang-orang yang berusia lanjut.

Namun tidak menutup kemungkinan penyakit tersebut dialami oleh mereka yang usianya masih belia.

Selain itu pemilik golongan darah AB juga dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke iskemik .

Hubungan antara golongan darah AB dengan stroke iskemik terungkap dalam studi tahun 2014 yag diterbitkan di Journal of Thrombosis and Haemostasis.

Studi mendapati bahwa golongan darah AB dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke yang tidak dilemahkan oleh faktor risiko stroke konvensional.

Ahli yang terlibat dalam studi mengatakan, 60 persen risiko dipengaruhi oleh protein pembekuan darah yang dikenal sebagai tingkat faktor VIII.

Di sisi lain orang-orang yang memiliki golongan darah A juga dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke.

3. Demensia

Demensia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi kehilangan memori , bahasa, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir .

Orang-orang yang mengidap demensia dapat mengalami gangguan yang cukup parah pada otak hingga mengganggu kehidupan sehari-hari.

Dalam hal ini, mereka yang memiliki golongan darah AB lebih mungkin mengalami masalah ingatan daripada golongan darah O .

Penn Medicine juga menyampaikan bahwa pemilik golongan darah AB punya risiko terkena demensia sebesar 82 persen.

Untungnya risiko demensia dapat dikurangi risikonya dengan menjalani pola hidup sehat.

Seperti berolahraga secara teratur, tidur 7-9 jam setiap malam, menghindari stres, mengurangi alkohol, dan berhenti merokok.

4. Penyakit jantung

Golongan darah AB ternyata dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung meskipun hanya sedikit.

Pemilik golongan darah A, B, termasuk AB 6,2 persen lebih mungkin mengalami jantung koroner daripada golongan darah O.

Penn Medicine menjelaskan, golongan darah dapat memengaruhi jantung karena organ ini bertugas memompa darah ke seluruh tubuh.

Tidak mengherankan apabila golongan darah menempatkan orang-orang tertentu pada serangan jantung dan penyakit jantung.

Hal tersebut dipengaruhi oleh gen ABO -gen yang dimiliki pemilik golongan darah A, B, atau AB. Untungnya, golongan darah O tidak memiliki gen ABO.

Dalam hal ini, risiko penyakit jantung dapat diturunkan dengan cara yang tidak jauh berbeda untuk mencegah kanker, demensia, dan stroke.

Seperti makan makanan yang menyehatkan, tidak merokok, berolahraga secara teratur, dan mengontrol tekanan darah serta kolesterol.