Kampanyekan #SayNotoToxicRelationship, Yayasan Cintai Diri Indonesia Berkolaborasi dengan Campaign.com

radarutama.com – Jakarta Kasus perselingkuhan dan KDRT yang menimpa rumah tangga publik figur terkenal beberapa bulan belakangan ini sukses menyita perhatian masyarakat. Sejak September 2022 lalu hingga saat ini, beberapa publik figur yang tersangkut kasus perselingkuhan dan KDRT yang bahkan menjadi trending topic antara lain Adam Levine, Reza Arap, Rizky Billar, dan dan Regi Datau.

Kasus ini pun membuat sebagian penggemar dan juga publik kecewa dengan perbuatan dari figur publik tersebut. Tidak sedikit juga netizen yang menolak percaya dengan pemberitaan tersebut mengingat hubungan para publik figur ini tampak mesra dan harmonis di layar kaca.

Berdasarkan data Komnas Perempuan di tahun 2021, terdapat 2.527 kasus kekerasan di ranah rumah tangga di Indonesia. Tak hanya itu, yang lebih mengejutkan adalah kekerasan terhadap istri menempati urutan pertama dari seluruh kasus KDRT yang terjadi.

Perlu diketahui bahwa baik perselingkuhan atau KDRT merupakan bentuk toxic relationship yang harus dicegah dan dihindari, namun tidak semua orang mudah untuk keluar dari toxic relationship sehingga dibutuhkan kesadaran dari korban yang mengalami hubungan yang tidak sehat tersebut.

Toxic relationship

Menurut Praptiningsih dan Putra (2021) dalam jurnal Toxic Relationship Dalam Komunikasi Interpersonal Di Kalangan Remaja, hubungan yang tidak sehat seringkali disebabkan oleh toxic people dan tak jarang pelakunya malah berasal dari orang-orang terdekat para korban.

Oleh karena itu, masyarakat Indonesia harus diberi penyadaran untuk tidak permisif dalam menyikapi perilaku toxic people. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan oleh para korban agar terlepas dari toxic relationship adalah dengan mencintai diri sendiri agar mental tetap terjaga. Apabila mental terjaga, para korban dapat berpikiran jernih dan mampu membedakan apakah hubungan toxic tersebut harus dipertahankan atau tidak.

Melihat dampak-dampak yang ditimbulkan dari toxic relationship tersebut membuat Love Yourself Indonesia atau sekarang lebih dikenal dengan Yayasan Cintai Diri Indonesia tergerak untuk memberikan dukungannya kepada orang-orang yang sedang berada di dalam toxic relationship agar mampu keluar dari hubungan yang tidak sehat tersebut.

Love Yourself Indonesia sendiri merupakan sebuah komunitas berbasis anak muda yang berfokus sebagai support group, layanan konseling dan juga edukasi tentang pentingnya kesehatan mental. Yayasan ini percaya bahwa dengan memberikan edukasi, maka akan meningkatkan kesadaran setiap masing individu untuk lebih menjaga kesehatan mentalnya.

Kolaborasi bersama Campaign.com

Dalam kesempatan ini, Love Yourself Indonesia mengajak Campaign.com untuk menyuarakan aksi cinta diri dalam challenge #SayNotoToxicRelationship dengan tujuan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai toxic relationship, serta mengajak para korban untuk keluar dari hubungan yang tidak sehat dengan lebih mencintai diri sendiri.

Social Media Engagement dari Love Yourself Indonesia, Zuhay mengungkapkan bahwa dana yang diperoleh dari kampanye ini akan digunakan untuk kegiatan psikoedukasi yang sesuai dengan topik challenge yang diangkat. Tak hanya itu, melalui kampanye ini para korban yang terjerat dalam toxic relationship diharapkan dapat semakin mengenal dan mencintai diri sendiri agar tidak berlarut dalam hubungan yang tidak sehat.

Bagi sahabat Fiemla yang tertarik dapat ikut serta dalam kampanye sosial melalui challenge yang dapat diakses melalui aplikasi Campaign #ForChange yang diselenggarakan hingga 20 Oktober 2022. Caranya sangat mudah yaitu dengan mengunduh aplikasi Campaign #ForChange di App Store atau Play Store, kemudian cari challenge #SayNotoToxicRelationship, dan ikuti instruksi dari 4 aksi tersebut. Dengan mengikuti challenge ini, Yayasan Dunia Lebih Baik akan mengkonversikan donasi senilai Rp 10.000 kepada Love Yourself Indonesia.

Penulis: Angela Marici

#Women for Women

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *