radarutama.com – Beberapa tahun terakhir kita mungkin sudah tidak asing dengan tren matcha yang banyak dijadikan sebagai minuman, tambahan untuk smoothie, dan makanan penutup atau dessert.

Bahkan, matcha diklaim memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, mulai dari menurunkan berat badan hingga pencegahan kanker.

Namun, apa sebenarnya matcha itu? Apa bedanya dengan teh hijau ? Dan apakah semua klaim kesehatan ini benar-benar nyata?

Nah, untuk mengetahuinya lebih lanjut, para ahli pun menjelaskan tentang matcha dan apa saja manfaat kesehatannya, seperti berikut ini.

Apa itu matcha

Matcha adalah jenis teh hijau yang berasal dari tanaman Camellia sinensis, sama dengan semua teh hijau, teh hitam, dan teh oolong.

“Ketika kita memesan teh hijau tradisional, kita menyeduh daun teh dalam air panas sampai daunnya benar-benar meresap dan kemudian membuangnya,” kata seorang ahli gizi olahraga yang berbasis di New York, Cynthia Sass, MPH, RD.

“Dengan matcha, kita meminum daun yang dibuat menjadi bubuk halus dan larutan dengan mencampurkan sekitar satu sendok teh bubuk matcha ke dalam sepertiga cangkir air panas,” terangnya.

Manfaat matcha untuk kesehatan

Matcha diketahui kaya akan nutrisi dan antioksidan yang lebih kuat dibandingkan dengan teh hijau yang disiapkan secara tradisional.

“Pertama-tama, ketahuilah bahwa matcha mengandung antioksidan yang disebut polifenol,” ungkap Sass.

“Ini berarti matcha memiliki efek antiinflamasi dan dapat melindungi tubuh dari masalah kesehatan yang serius seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung,” jelas dia.

Salah satu polifenol kuat yang ditemukan dalam teh hijau yakni EGCG (atau dikenal sebagai katekin), telah dikaitkan dengan peningkatan metabolisme untuk memperlambat atau menghentikan pertumbuhan sel kanker.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Chromatography, matcha mengandung hingga 137 kali jumlah ECCG yang ditemukan dalam teh hijau tradisional China.

Kelebihan lainnya, matcha dapat membantu meningkatkan energi yang menjadikannya alternatif yang bagus untuk menggantikan secangkir kopi.

Meskipun tidak mengandung kafein sebanyak kopi, namun matcha mengandung zat alami yang disebut l-theanine yang dapat memicu rasa kewaspadaan.

“Dibandingkan dengan kafein dari kopi, peminum matcha mampu menghasilkan perasaan rileks daripada mengantuk,” terang Sass.

Kendati demikian, makanan lain yang mengandung matcha bukanlah pilihan yang sehat secara inheren.

Cokelat matcha sebenarnya hanyalah cokelat dan cupcake matcha mungkin masih mengandung banyak frosting manis.

Untuk alasan ini, para ahli setuju bahwa matcha bisa menjadi alternatif rendah kalori jika dijadikan sebagai minuman.

Matcha bukan untuk detoks

Faktanya, matcha tidak dapat membantu kita melakukan detoksifikasi.

Klaim bahwa matcha memiliki kemampuan untuk mendetoksifikasi seluruh tubuh tidaklah benar.

“Tidak ada makanan yang dapat mendetoksifikasi tubuh. Dan tubuh kita juga tidak membutuhkan sesuatu yang eksternal untuk berfungsi sebagai detoksifikasi,” terang Abbey Sharp, RD, ahli diet dan pendiri Abbey’s Kitchen.

“Hati, ginjal, paru-paru, serta kulit kita melakukan detoksifikasi sendiri untuk tubuh kita setiap hari, sepanjang hari,” imbuhnya.

Matcha meningkatkan metabolisme

Meskipun penelitian menunjukkan bahwa matcha memiliki potensi untuk meningkatkan metabolisme karena EGCG-nya, namun bahan ini tidak benar-benar menjadikannya solusi penurunan berat badan.

“Sebagian besar penelitian yang menunjukkan hubungan positif antara matcha dan penurunan berat badan sebenarnya menggunakan ekstrak teh hijau dalam dosis yang lebih besar daripada yang dikonsumsi kebanyakan orang.”

Demikian penuturan seorang penulis dan konsultan nutrisi di Shaw Simple Swaps, Elizabeth Shaw, MS, RDN.

Sebaliknya, penurunan berat badan yang berkelanjutan harus berasal dari perubahan gaya hidup yang lebih signifikan seperti berolahraga secara teratur dan mengonsumsi makanan berbasis makanan utuh.

Tentu saja, matcha dapat menjadi bagian dari itu.

Jadi, meskipun profil nutrisinya menjanjikan, matcha sebenarnya tidak akan mengubah kesehatan kita dengan sendirinya.

Jika kita benar-benar ingin mendapatkan manfaatnya, matcha harus berfungsi untuk melengkapi diet sehat yang penuh dengan berbagai makanan padat nutrisi.