radarutama.com – Perseteruan antara Angelina Jolie dan Brad Pitt yang merebutkan kilang wine Chateau Miraval di Prancis masih berlanjut.

Sebelumnya, pada bulan Februari lalu, Brad Pitt menggugat Jolie karena menjual bagiannya di kilang anggur tersebut. Pitt mengklaim Jolie telah melanggar perjanjian mereka sebelumnya untuk tidak menjual saham tanpa sepengetahuan satu sama lain.

Brad Pitt menilai langkah Angelina Jolie menjual saham merugikan dirinya dan kepentingannya di kilang anggur Chateau Miraval yang berada di selatan Prancis itu.

Tak tinggal diam, Angelina Jolie pun menuduh mantan suaminya itu melakukan perang balas dendam terhadapnya dan membajak kendali atas bisnis kilang anggur. Jolie menuding Brad Pitt berusaha menguasai Chateau Miraval, aset seluas 1.300 acre atau sekitar 520 hektar yang mereka beli bersama pada 2008.

“Sebagai pembalasan atas proses perceraian dan hak asuh anak, selama bertahun-tahun Pitt memulai upaya di berbagai aspek untuk merebut kendali Chateau Miraval dan merampas aset perusahaan demi keuntungan dirinya, perusahaan serta teman-temannya sendiri,” demikian isi dokumen yang didapat media, seperti dikutip dari CNN Internasional.

Perusahaan yang didirikan Angelina Jolie, Nouvel, menggugat setidaknya US$ 250 juta atau sekitar Rp 3,7 triliun sebagai ganti rugi.

Tuntutan balasan itu juga menyatakan bahwa Pitt mendalangi rencana yang sejauh ini berhasil untuk merebut kendali Chateau Miraval. Pitt juga dituduh salah menangani pendaftaran merek dagang yang memiliki konsekuensi keuangan merugikan bagi Nouvel.

Sementara itu, Pitt mengklaim Jolie tidak melakukan apa pun untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Sebaliknya, Pitt menilai dialah yang berkontribusi besar membuat bisnisnya sukses secara internasional dan bernilai jutaan dolar.

Dalam dokumen gugatannya, Angelina Jolie menyatakan bahwa proyek humanitarian mereka akan dipantau sang aktris sedangkan Chateu Miraval dijalankan Brad Pitt. Namun, dalam gugatannya, sang aktris mengaku ia dan perusahaannya dihalangi atau tidak diberikan akses saat hendak mendapatkan informasi atau mengelola Chateau Miraval.

Jolie pun mengundurkan diri dari bisnis pada Oktober 2021, menjual Nouvel dan sahamnya di Miraval, ke Tenute del Mondo, anak perusahaan Stoli Group, yang dikendalikan oleh konglomerat Rusia Yuri Shefler.

“Pitt tahu bahwa sebagian besar kekayaan dan likuiditas Jolie terikat di Nouvel dan menggunakan fakta itu untuk mencoba memaksa Jolie menyetujui persyaratannya yang tidak masuk akal,” kata gugatan baliknya.