Waspadai, Bahaya Lemak Visceral dan Subkutan yang Menumpuk di Perut

radarutama.com – Beberapa jenis lemak yang menumpuk di perut seperti dan subkutan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Lemak perut merupakan bagian komposisi lemak yang terdapat pada rongga perut, seperti di bawah kulit, di antara hati, usus, hingga lambung.

Fungsi dari ini sebetulnya dapat berperan sebagai pelindung sel, organ tubuh, menjaga suhu tubuh hingga berperan sebagai sumber energi.

Namun jika jumlahnya terlalu berlebihan, maka dampaknya tidak cuma bikin tampilan perut menjadi lebih buncit, tetapi juga ada sejumlah risiko kesehatan yang menghantui.

Perbedaan lemak visceral dan subkutan

Ada dua jenis lemak yang terdapat pada perut, yang disebut dengan lemak visceral dan .

Para ahli medis mengatakan bahwa tumpukkan dua jenis lemak perut bisa memicu penyakit berbahaya, mulai dari obesitas, resistensi insulin, diabetes hingga penyakit kardiovaskular.

Melansir laman Prevention, berikut perbedaan antara lemak visceral dan subkutan.

Lemak visceral

Lemak visceral dikenal sebagai lemak yang tersembunyi di dalam tubuh, karena letaknya berada lebih dalam di bawah kulit dan melekat pada organ seperti usus dan hati.

Menurut Dr. Randal Zhou, M.D, asisten profesor bedah bariatrik klinis di Yale Medicine, lemak visceral sifatnya cenderung aktif secara metabolik.

” lebih aktif secara metabolik dengan sel yang lebih dinamis, melibatkan saraf dan reseptor hormonal,” kata Zhou.

Lemak yang satu ini memiliki pembuluh darah langsung yang terhubung ke beberapa organ seperti hati yang aktif dalam pengambilan glukosa dari aliran darah.

Glukosa inilah yang mendukung tubuh mendapatkan asupan energi bila diperlukan.

Lemak subkutan

Tidak seperti lemak visceral yang berada di dalam atau melekat pada organ, lemak subkutan terletak di bawah kulit.

Lemak subkutan berfungsi sebagai bantalan yang melindungi otot dan tulang dari benturan atau kondisi lain yang mungkin bisa membuat tulang cedera hingga mengatur suhu tubuh.

Menurut Dr. Mir Ali, MD, ahli bedah bariatrik dan direktur medis MemorialCare Surgical Weight Loss Center di Orange Coast Medical Center, Fountain Valley, California, lemak subkutan sebetulnya tidak terlalu berkaitan dengan risiko penyakit.

Pasalnya, lemak yang satu ini tidak terikat langsung dengan berbagai organ di dalam tubuh.

Meski begitu, tetap saja ada risiko kesehatan bila jumlah lemak yang menumpuk terlalu berlebihan.

Bahaya lemak visceral dan subkutan

Tumpukkan lemak yang berlebihan di area perut dapat menjadi faktor yang memengaruhi kesehatan tubuh.

Khususnya pada lemak visceral yang telah terbukti dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, stroke, Alzheimer dan kolesterol tinggi.

Meski mekanisme di balik risiko penyakit yang disebabkan lemak visceral belum sepenuhnya dipahami, dokter Ali menegaskan bahwa ada hubungan antara kronis yang memengaruhi aliran darah ke organ tubuh.

Sementara itu, bagi orang yang memiliki lemak visceral berlebihan maka biasanya juga punya lemak subkutan yang tinggi pula.

Jika jumlah lemak subkutan berlebihan, maka dampaknya bisa memicu sejumlah penyakit seperti jantung, stroke, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, jenis kanker tertentu, hingga penyakit ginjal.

Para ahli menyebutkan bahwa salah satu cara untuk mengukur apakah seseorang memiliki kelebihan lemak perut adalah dengan konsultasi ke dokter terkait.

Segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah di dalam tubuh memiliki lemak perut yang berisiko atau tidak.

Sementara itu, para ahli juga meragukan pengukuran indeks massa tubuh (IMT), karena rasio dari IMT tidak selalu mengukur distribusi lemak.

Pasalnya, setiap orang memiliki mekanisme distribusi lemak yang berbeda, terlebih pada lemak visceral.

Sehingga orang yang terlihat kurus pun bisa berisiko mengalami penyakit akibat lemak perut meski tubuhnya tampak ideal.

Cara efektif untuk mengurangi lemak perut

Dalam hal ini, para ahli mengatakan bahwa tidak ada cara efektif untuk menargetkan pengurangan tumpukkan .

Seperti halnya aktivitas sit up atau plank yang bisa memperkuat massa otot perut. Namun cara itu tidak begitu efektif dalam menargetkan pembakaran lemak perut.

Para ahli mengatakan bahwa diet dan olahraga merupakan cara terbaik untuk mengurangi lemak perut dengan cara yang aman dan efektif.

Dr. Ali menerangkan bahwa dengan mengurangi asupan karbohidrat, memperbanyak asupan protein dan sayuran, maka efeknya bisa membakar lebih banyak lemak peruk.

Kemudian salah satu olahraga yang cukup efektif untuk membakar kalori dan lemak adalah aerobik, latihan ketahanan hingga angkat beban.

“Semakin banyak otot yang Anda miliki, maka semakin banyak kalori yang dibakar tubuh secara alami,” kata Dr. Ali.

Kemudian perubahan pada gaya hidup juga perlu diterapkan, seperti pembatasan asupan kalori hingga meningkatkan aktivitas fisik.

Paling tidak, aktivitas fisik atau olahraga yang direkomendasikan adalah sekitar 150 hingga 300 menit per minggu dengan intensitas sedang.

Atau 75 hingga 150 menit untuk olahraga dengan intensitas tinggi seperti aerobik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *