radarutama.comTRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Pentagon dilaporkan telah mengirimkan pasokan senjata ke Ukraina berupa peluru artileri berpemandu GPS yang kerap dijuluki M982 Excalibur .

Informasi tersebut terungkap setelah sebuah dokumen anggaran penambahan persenjataan milik Ukraina bocor ke publik.

Dalam dokumen tersebut tertera apabila Pentagon telah mengirim peluru Excalibur, artileri paling akurat yang dipandu GPS ke Kiev guna mendukung upaya internasional untuk melawan agresi Rusia.

Pengiriman artileri M982 Excalibur merupakan kali pertama yang dilakukan AS. Tak tanggung-tanggung, untuk mendukung pasokan senjata M982 Excalibur ke Ukraina , Departemen Pertahanan AS diperkirakan telah menghabiskan dana sebesar 92 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,3 triliun, dengan asumsi kurs Rp 14.835, seperti dikutip dari SCMP, Jumat (9/9/2022)..

“Penambahan 92 juta dolar AS ke Excalibur meningkat lebih dari dua kali lipat anggaran program, menambahkan sekitar 900 proyektil pada tahun fiskal 2022” menurut Mark Cancian, seorang analis pertahanan di Center for Strategic and Studi Internasional yang memantau pengeluaran terkait Ukraina .

Untuk penggunaannya M982 Excalibur yang dikembangkan Raytheon Missiles and Defense dan BAE Systems Bofor, akan disematkan pada meriam howitzer 155mm. Dengan perpaduan ini peluru berpemandu GPS dapat menyerang target stasioner dengan akurasi tepat. Dimana senjata besutan Amerika itu dapat dengan mudah menghancurkan tank lapis baja milik musuh dengan jarak mencapai 40,5 km.

Saking canggihnya Excalibur bahkan sempat digunakan AS saat perang di Irak pada tahun 2007. Performanya yang sangat mengesankan sukses membuat senjata ini menjadi salah satu artileri perang andalan AS.

Selain artileri Excalibur Amerika diketahui juga turut mengirimkan beberapa senjata seperti peluru artileri 155mm konvensional, rudal anti-tank Javelin dan anti-udara Stinger, sistem roket bergerak HIMARS serta Sistem Roket Peluncuran Berganda yang dipandu atau GMLRS.

Tak hanya itu AS juga memasok arteri canggih ke militer Ukraina diantaranya granat MK-19, senapan sniper presisi serta unit pendingin baterai pengganti untuk peluru kendali FIM-92 Stingers.

Biden Umumkan Bantuan Militer Rp 44 Triliun kepada Ukraina, Hadiah Kemerdekaan untuk Beli Senjata

Biden Umumkan Bantuan Militer Rp 44 Triliun kepada Ukraina, Hadiah Kemerdekaan untuk Beli Senjata

Update Hari ke-184, Serangan Beruntun Ukraina ke Donetsk: Rusia Kalah di 2 Kota, HIMARS Diluncurkan

AS Sebut Ada Operasi Moskow yang Interogasi hingga Pindah Paksa Ratusan Ribu Warga Ukraina ke Rusia

Eks Presiden Rusia Beri Peringatan Tegas soal Nuklir kepada AS: Barat Bermain Catur dengan Kematian!

Stok Senjata Uni Eropa Disebut Makin Terkuras Gegara Pasok Terus ke Ukraina, Didebatkan di Parlemen

Update Hari ke-192, Serangan Kyiv di Zaporizhzhia Gagal, PLTN Terbesar Eropa di Ukraina Terputus

Tak Dipecat, AKBP Pujiyarto Dikurung 28 Hari seusai Terbukti Langgar Kode Etik di Kasus Brigadir J

Kapolda Jatim dan Sumut Bantah Terlibat Kasus Ferdy Sambo, Bagaimana dengan Kapolda Metro Jaya?

Alasan Bripka RR Belum Ajukan sebagai Justice Collaborator seusai Cabut Keterangan Ikut Skenario FS

11 Polisi yang Diduga Langgar Etik terkait Kasus Brigadir J & Ditahan di Tempat Khusus Kini Bebas

Tak Dipecat, Polwan yang Terseret Kasus Brigadir J Disanksi Demosi 1 Tahun dan Buat Permintaan Maaf

Provinsi Sulawesi Utara Sambut Investor Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik