radarutama.com – Baru-baru ini Kanada diguncang kasus pembunuhan mengerikan, yakni penusukan massal terjadi dan menewaskan belasan orang dan sisanya luka-luka.

Kedua terduga pelaku sudah ditemukan dalam keadaan sudah tewas.

Kendati demikian, tragedi penikaman massal di Kanada masih menyisakan luka bagi para saksi mata , seperti cerita keluarga Mark Arcand.

Keponakan Mark Arcand terbangun karena teriakan pada hari Minggu pagi. Dua penyusup masuk melalui jendela rumah mereka di James Smith Cree Nation sekitar matahari terbit.

Seperti dilansir dari pernyataan Arcand kepada Reuters, Rabu, 7 September 2022. Ketika sang keponakan, Dayson Burns yang berusia 13 tahun itu membuka pintu kamar tidur, mereka menikam lehernya.

Dua anak laki-laki yang lebih muda, berusia 9 dan 11 tahun, meringkuk dalam keributan berikutnya, yang menyebabkan ibu mereka Bonnie Burns, 48, dan kakak laki-lakinya Gregory Burns, 28, tewas di halaman luar.

Seorang wanita yang menanggapi panggilan bantuan Burns juga tewas. Dayson selamat.

“Dua anak laki-laki ini bangun untuk berteriak,” Arcand selaku Kepala Dewan Suku Saskatoon, mengatakan kepada wartawan sebelumnya pada hari Rabu.

Penusukan massal tersebut diketahui menyebabkan 10 orang tewas dan melukai 18 lainnya, mencakup 13 lokasi di dua komunitas kecil James Smith Cree Nation dan Weldon di pedesaan Saskatchewan .

Serangan itu termasuk yang paling mematikan dalam sejarah modern Kanada dan mengguncang negara yang tidak terbiasa dengan tindakan kekerasan massal.

Polisi mengatakan beberapa korban tampaknya menjadi sasaran, sementara yang lain tampaknya acak.

Pada Selasa pagi, suami Burns, Brian, mengunggah di Facebook bahwa dia bahkan tidak bisa kembali ke rumah untuk mengambil barang-barang karena ada terlalu banyak darah di dalam rumah.

Polisi mengidentifikasi dua bersaudara, Damien dan Myles Sanderson, sebagai tersangka, mendakwa orang-orang itu dengan tiga tuduhan pembunuhan tingkat pertama.

Serta satu tuduhan percobaan pembunuhan, dan satu tuduhan menerobos masuk dalam kaitannya dengan serangan akhir pekan.

Damien ditemukan tewas pada hari Senin dengan luka-luka yang menurut polisi tidak disebabkan oleh dirinya sendiri.

Saudaranya Myles mengalami tekanan medis setelah penangkapannya pada hari Rabu dan dinyatakan meninggal di rumah sakit, kata polisi.

Kekerasan hari Minggu menimbulkan pertanyaan tentang kekerasan, trauma, dan pencegahan penggunaan narkoba dan kepolisian di masyarakat terpencil dan masyarakat adat yang sering terpinggirkan.***