radarutama.comPIKIRAN RAKYAT – Menurut situs web keluarga istana, Kerajaaan Inggris memiliki peraturan tersendiri dalam menentukan penyematan gambar pada koin .

Sejarah mencatat, sejak pemerintahan Charles II abad ke-17, telah ada peraturan gambar koin yang mengharuskan raja-raja penerus untuk menghadap posisi berlawanan dari pendahulunya.

Menurut keterangan Nigel Fletcher, seorang pengajar di King’s College London, peraturan ini digunakan sebagai tanda perbedaan pemerintahan antara penerus dengan penguasa sebelumnya.

Baca Juga: Warga Terdampak Kenaikan Harga BBM dapat Paket Sembako, Targetnya Ojol hingga Sopir Angkot

“Ini mungkin memiliki kegunaan praktis dalam kenyataan bahwa itu jelas menandai perbedaan dari pemerintahan sebelumnya,” kata Nigel Fletcher.

Meskipun demikian, nyatanya tradisi ini pernah dilanggar Edward VIII yang seharusnya menghadap kanan setelah raja sebelumnya, George V menghadap kiri.

Akan tetapi, Edward VIII yang menjadi raja kurang dari setahun pada 1936, lebih memilih menghadap kiri karena itulah sisi yang dia sukai.

Tradisi ini kemudian dilanjutkan oleh George VI yang kembali menghadap kiri. Ia menjabat hingga meninggal pada tahun 1952.

Usai kepergiannya, Ratu Elizabeth II kemudian naik takhta pada 1952. Wajah Ratu Elizabeth pun muncul pertama kali di koin .

Sejak itu pula, Royal Mint telah menggunakan lima potret berbeda koin berwajah ratu, tetapi semuanya menghadap ke kanan.

Oleh karena itu, saat koin 7 dekade yang diisi gambar sosok Ratu Elizabeth II yang menghadap kanan, raja baru saat ini mungkin akan menghadap ke arah kiri.

Dengan kata lain, monarki baru yang kini akan dipimpin Charles III, kemungkinan akan memiliki koin yang menghadap ke arah yang berlawanan dari koin Ratu Elizabeth II .

Mr. Fletcher mengatakan bahwa usai gambar baru Raja Charles dibuat, maka cetakan dan gips juga akan diproduksi untuk membuat mata uang.

Hanya saja, dengan suasana Britania Raya yang masih berkabung, informasi perubahan mata uang ini belum dapat dipastikan kapan akan dilakukan.

“Proses peluncuran mata uang baru tidak akan terjadi dalam semalam,” tutur Ethan Ilzetzki, seorang profesor di London School of Economics.

Andrew Bailey, Gubernur Bank of England turut menegaskan dalam sebuah pernyataannya di hari kamis waktu setempat, pengumuman perubahan mata uang ini kemungkinan tidak akan dilakukan sampai masa berkabung berakhir.

Dari informasi yang disampaikan Royal Mint, lengan badan yang bertanggung jawab untuk produksi koin Inggris, hingga saat ini koin bergambar Ratu Elizabeth II masih terus dicetak dan digunakan seperti biasa oleh masyarakat Britania Raya.

“Kami menghormati periode berkabung dengan penuh hormat ini, kami terus mencetak koin seperti biasa,” kata Royal Mint dalam sebuah pernyataannya.(Tini Fitriyani)***