Korban Tewas Longsor dan Banjir di Filipina Bertambah, Kini Jadi 42 Orang

radarutama.com – Korban tewas imbas tanah longsor dan banjir di Filipina bagian selatan bertambah. Kini, jumlah korban tewas dalam bencana alam yang berawal dari hujan deras itu menjadi 42 orang.

Dilansir dari AFP, Jumat (28/10/2022), hujan deras yang terus mengguyur wilayah Filipina itu menimbulkan banjir bandang di sebagian besar pedesaan sekitar Cotabato, sebuah kota berpenduduk 300 ribu orang di pulau Mindanao. Banyak warga terkejut karena air banjir naik dengan cepat sebelum fajar.

Menteri Dalam Negeri Daerah Otonomi Bangsamoro di Mindanao, Naguib Sinarimbo, mengatakan 27 orang tewas di kota Datu Odin Sinsuat, termasuk 11 orang dari desa pegunungan yang tertimbun lumpur. Sementara 10 orang meninggal di kota Datu Blah Sinsuat dan lima orang tewas di kota Upi.

“Tim di perahu karet telah menyelamatkan penduduk dari atap di beberapa kota,” kata Sinarimbo. Dia menambahkan bahwa 16 orang hilang di wilayah tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, banjir bandang dengan lumpur dan puing-puing dari sebagian besar lereng gunung yang gundul di Filipina telah menjadi salah satu bencana paling mematikan yang ditimbulkan oleh topan.

Pembuat film lokal Remar Pablo mengatakan bahwa dirinya sedang syuting kontes kecantikan di kota Upi. Saat itu, banjir tiba-tiba menerjang pada tengah malam dan memaksa penonton untuk melarikan diri. Deretan mobil juga setengah terendam di jalanan.

“Kami terdampar di dalam,” kata Pablo yang akhirnya mengarungi air untuk pulang.

Untuk diketahui, hujan deras mulai mengguyur pada Kamis (27/10) tengah malam waktu setempat, terutama di wilayah-wilayah miskin yang dilanda pemberontakan bersenjata selama bertahun-tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *