radarutama.com – Kremlin pada Kamis (8/9/2022) membeberkan sejumlah alasan mengapa Presiden Rusia Vladimir Putin belum pasti hadir langsung dalam KTT G20 di Bali, Indonesia.

Ajudan Kremlin Yury Ushakov mengatakan Kremlin yakin bahwa Presiden Putin akan menghadiri KTT G20 pada November mendatang.

Tetapi, kata dia, keputusan akhir akan dibuat dan dikonfirmasi nanti.

“Untuk November (KTT G20) di Bali dan KTT APEC, kami fokus pada partisipasi presiden, tetapi ini akan dikonfirmasi nanti,” kata dia kepada wartawan, dikutip dari Kantor berita Rusia, TASS.

Ushakov menjelaskan ada sejumlah alasan Presiden Putin belum bisa dipastikan hadir dalam dua acara tersebut.

“Sejumlah faktor harus diperhitungkan, termasuk penyebaran dari virus corona,” jelas dia.

Ajudan Kremlin tersebut menegaskan bahwa format keikutsertaan Presiden Rusia dalam pertemuan tersebut akan ditentukan kemudian hari. Ini juga akan tergantung pada bentuk di mana para pemimpin negara lain akan berbicara di acara tersebut.

“Banyak faktor yang akan menentukan partisipasi pribadi (Presiden Putin),” ucap Ushakov.

Dia menyampaikan Rusia telah menerima undangan dari Indonesia yang menghadiri KTT tersebut.

“[Kami] menjawab bahwa kami dengan senang hati mempertimbangkan partisipasi kami,” jelas Ushakov.

Rusia kerahkan tim pantau hotel dan lain-lain

Ushakov menyampaikan sebelum memastikan kehadiran Putin dalam KTT G20 di Indonesia, pihaknya telah mengerahkan tim untuk meninjau untuk melihat berbagai kemungkian di lokasi.

“Kami juga memiliki tim peninjau di sana. Kami keluar, kami melihat hotel di sana, dan kami membuat reservasi. Jadi tergantung pada situasi keseluruhan, keputusan akan dibuat tentang partisipasi langsung presiden atau akan ada dalam video format. Tapi di sini akan sangat tergantung pada partisipasi para pemimpin lain dan bagaimana semuanya akan terjadi,” kata Ushakov.

Dia tetap bungkam tentang opsi mana yang lebih mungkin untuk Putin hadir secara langsung atau secara virtual.

Ushakov menyampaikan lagipula KTT tidak akan diadakan dalam waktu dekat.

“Masih banyak waktu sebelum itu. Ini awal September, dan ( KTT G20 di Bali ) itu (dijadwalkan) pertengahan November,” jelasnya.