radarutama.com – Bukan rahasia lagi jika rencana Inggris saat kematian Ratu Elizabeth II diberi nama sandi “London Bridge”.

Namun, dilansir AFP, ada pula ketentuan khusus jika sang ratu meninggal saat berada di Skotlandia. Ini disebut dengan apa yang dinamakan Operasi Unicorn .

Unicorn adalah hewan nasional Skotlandia dan merupakan bagian dari lambang kerajaan, bersama dengan singa Inggris.

Ratu berusia 96 tahun itu meninggal di kediamannya yang terpencil di Highlands, Balmoral, dengan semua keluarga dekatnya terbang untuk berada di sisinya.

Aspek Operasi “London Bridge” sudah diaktifkan, dimana presenter BBC mengenakan pakaian hitam dan saluran beralih ke berita bergulir.

Hal ini tak jauh beda dengan Operasi Unicorn.

Surat kabar Herald melaporkan bahwa istilah Operasi Unicorn pertama kali digunakan di surat kabar online parlemen Edinburgh pada tahun 2017.

Itu menunjukkan gambaran jika nantinya Skotlandia jadi lokasi dimana ratu meninggal.

“Dipahami bahwa jika Ratu meninggal di Skotlandia … Parlemen, Istana Holyroodhouse yang berdekatan, dan Katedral St Giles akan menjadi titik fokus utama,” tulis surat kabar itu.

Istana adalah kediaman resmi raja di Edinburgh, dan katedral adalah salah satu gereja abad pertengahan paling penting di ibu kota Skotlandia.

Urusan parlemen akan segera dihentikan dan politisi akan menyiapkan mosi belasungkawa dan bersiap-siap untuk pemakaman kenegaraan.

Anggota masyarakat akan menandatangani buku belasungkawa di parlemen di Holyrood.

Sebuah sumber di parlemen mengatakan kepada The Herald bahwa kematian Ratu di Skotlandia dapat mengakibatkan ratusan ribu orang tiba di sana.

“Jika Ratu meninggal di Skotlandia, jenazahnya akan dimakamkan di Holyroodhouse, setelah itu peti matinya akan dibawa ke katedral di Royal Mile (di Edinburgh),” tulis surat kabar itu.

Jenazahnya kemudian akan ditempatkan di Royal Train di stasiun Waverley di Edinburgh untuk perjalanan menyusuri jalur utama pantai timur ke London.