radarutama.comPIKIRAN RAKYAT- Ratu Elizabeth II kini telah berpulang, rakyat Inggris pun ikut berkabung. Ada satu pemandangan yang menarik pada saat wafatnya sang ratu.

Yakni kemunculan pelangi di beberapa lokasi di Inggris. Dari segi keilmuan kemunculan pelangi setelah hujan adalah hal biasa.

Apalagi pada saat ratu meninggal cuaca Inggris saat itu sedang hujan.

Tepat ketika berita kematian Ratu Elizabeth diumumkan, pelangi muncul di berbagai lokasi, termasuk Kastil Windsor , tempat bendera Union diturunkan.

Tak hanya disitu saja, di luar Istana Buckingham tempat orang banyak berkumpul. Raja terlama yang berkuasa di Inggris meninggal pada usia 96 di Kastil Balmoral di Skotlandia pada hari Kamis 8 September 2022.

Lahir pada 21 April 1926, di London sebagai Elizabeth Alexandra Mary, dia adalah anak tertua dari Duke dan Duchess of York. Elizabeth secara resmi naik takhta pada tahun 1952.

Pelangi yang cerah untuk sementara mengangkat semangat, tetapi suasana berubah menjadi sedih ketika berita seismik diumumkan pada hari Kamis 8 September 2022.

Kerumunan menangis di luar Istana Buckingham menyanyikan “God Save the Queen”.

Beberapa menangis ketika bendera di kediaman Ratu London diturunkan, sebelum keheningan yang mematikan menyelimuti kerumunan.

Ratusan orang telah berkumpul di luar Istana Buckingham menghadapi hujan deras setelah diumumkan bahwa dokter telah menempatkan raja di bawah pengawasan medis di Balmoral, tanah miliknya di Skotlandia.

Keluarga kerajaan mengunggah pernyataan di situs resmi mereka pada hari Kamis, 8 September 2022

“Sang Ratu meninggal dengan damai di Balmoral sore ini. Raja dan Permaisuri akan tetap di Balmoral malam ini dan akan kembali ke London besok.”

Penghormatan mengalir dari seluruh dunia. Para pemimpin dan politisi turun ke Twitter untuk berduka atas kematian Ratu Inggris.

“Saya memiliki pertemuan yang tak terlupakan dengan Yang Mulia Ratu Elizabeth II selama kunjungan saya ke Inggris pada tahun 2015 dan 2018. Saya tidak akan pernah melupakan kehangatan dan kebaikannya,” kata Narendra Modi.***