radarutama.comPIKIRAN RAKYAT – Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese memberikan penghormatan atas berpulangnya Ratu Inggris Elizabeth II pada Jumat, 9 September 2022.

PM Australia menggelar upacara peletakan karangan bunga di Gedung Parlemen di Canberra, Australia pada Sabtu, seraya mengatakan, rakyat Australia sedang berduka atas “kehilangan besar.”

Albanese besama Gubernur Jenderal David Hurley dan pejabat lainnya pun turut meletakkan karangan bunga di kaki patung perunggu Ratu Elizabeth di Gedung Parlemen Queen’s Terrace.

Baca Juga: 6 Film yang Kisahkan Keluarga Kerajaan Inggris, Salah Satunya tentang Kematian Putri Diana

Sebelumnya, sang Ratu yang mengembuskan nafas terakhirnya dalam usia 96 tahun itu pernah meluncurkan patung perunggu dirinya pada 1988, ketika lawatannya untuk membuka gedung parlemen baru Australia .

“Begitu banyak warga Australia yang memberikan penghormatan yang mengharukan dan berduka atas kehilangan yang sangat besar ini,” ujar Albanese, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com dari Reuters.

Ratu Elizabeth II merupakan kepala negara di Australia , yang juga memimpin empat belas kerajaan di luar Inggris, meskipun perannya sebagian besar adalah seremonial.

Baca Juga: Konspirasi yang Menyelimuti Kematian Putri Diana, Benarkah Dibunuh?

Segelintir penghargaan dilakukan di Australia sejak kematian sang Ratu untuk menghormati penguasa terlama yang memerintah Inggris, yakni selama lebih dari tujuh dekade.

Diketahui, bendera Australia dikibarkan setengah tiang. Negara itu pun mempersembahkan penghormatan 96 senjata—satu putaran untuk setiap tahun kehidupan sang Ratu, yang berlangsung di halaman depan gedung parlemen.

Sebuah potret raksasa sang Ratu juga ditampilkan di layar Sydney Opera House .

Albanese mengatakan pada Jumat malam, ia sempat berbicara dengan Perdana Menteri Inggris Liz Truss tentang kesedihan yang mendalam bagi kedua negaranya.

Baca Juga: Koin Bergambar Raja Charles III Kemungkinan Menghadap Kiri, Berikut Sejarah dan Alasannya

Perlu diketahui, Ratu Elizabeth II mengunjungi Australia sebanyak enam belas kali selama masa pemerintahannya. Kunjungan pertama dilakukan pada 1954 dan kunjungan terakhir pada 2011.

Sebelumnya, Ratu Elizabeth II dinyatakan meninggal dunia dalam melalui pernyataan yang diumumkan oleh Istana Buckingham. Pihak kerajaan melaporkan, sang Ratu “meninggal dalam damai” di Istana Balmoral, Skotlandia.

Sang Ratu dinyatakan menderita masalah mobilitas episodik sejak akhir tahun lalu. Komplikasi ini memaksanya untuk menarik diri hampir dari seluruh acara publik.

Kepergian sang Ratu membuat Charles secara otomatis menjadi raja Inggris dan kepala negara dari empat belas kerajaan lain termasuk Australia , Kanada, dan Selandia Baru. (Khadijah Ardallyana Qirba)***