radarutama.com – Usia kerajaan Inggris terbilang sangat tua dengan rentang hingga sekira 1200 tahun yang lalu.

Selama rentang usia kerajaan yang sangat tua itu, salah satu raja Inggris pernah berperang dengan tokoh legendaris Islam yakni Sultan Salahudin Al Ayyubi .

Tak hanya berperang, Sultan Salahudin Al Ayyubi bahkan menaruh rasa hormat kepada Raja Inggris yang menjadi rivalnya.

Sosok rival Sultan Salahudin Al Ayyubi itu adalah Raja Richard I Si Hati Singa (Richard The Lion Heart).

Raja Richard I naik takhta menjadi Raja Inggris pada 1189-1199 hingga akhir hidupnya karena penyakit kusta.

Raja Richard I adalah paman ke-21 Ratu Elizabeth II dan ke-22 dari Raja Charles III yang sekarang tengah bertakhta di Singgasana Kerajaan Inggris Modern.

Pertemuan Richard I The Lion Heart dan Sultan Salahudin Al Ayyubi

Salah satu pertemuan bersejarah antara Raja Richard I Si Hati Singa dengan Sultan Salahudin Al Ayyubi terjadi dalam perang Jaffa 1192.

Saat itu Raja Richard I merupakan Panglima Tentara Salib dalam perang suci ke 3 yang menguasai Jerusalem di Palestina.

Setelah kemenangan Raja Richard I di Pertempuran Arsuf, dia menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk merebut kastil dan memenangkan pertempuran, tetapi tidak pernah mencapai tujuannya untuk merebut kembali Yerusalem.

Saat Raja Richard I berada di Acre merencanakan kembalinya ke Inggris tiba-tiba, pada akhir Juli, Salahudin Al Ayyubi menyerang Jaffa, mengambil kota tetapi tidak sempat mengamankan benteng.

Raja Richard I tiba secara tak terduga melalui laut dengan kekuatan 80 ksatria dan 400 pemanah dan mengarungi pantai untuk mengusir tentara Muslim dari kota.

Beberapa hari kemudian Salahudin Al Ayyubi menyerang tenda Raja Richard I di luar Jaffa selepas salat Subuh.

Akan tetapi serangan tersebut telah diantisipasi, Raja Richard I menempatkan infanterinya di garis depan dan para pemanah di belakang mereka dengan perintah untuk membidik kuda-kuda musuh.

Meski musuh tapi memiliki hubungan akrab

Raja Richard I dan 17 ksatria berkuda diposisikan di belakang bersiap untuk mengirimkan serangan kapan saja. 63 ksatria tanpa kuda ditempatkan di antara infanteri.

Berkat strategi antisipasi tersebut, beberapa pasukan kavaleri Muslim berhasil diusir. Richard menyerang balik beberapa kali untuk menebas kaum Muslim yang turun dari kuda dan mempercepat mundurnya yang lainnya.

Namun dalam serangan tersebut, kuda yang ditunggangi Raja Richard terluka sehingga dia sempat jatuh.

Saudara laki-laki Salahudin Al Ayyubi yang melihat kuda Raja Richard I terluka, memberitahukan kakaknya.

Tak lama saudara laki-laki Salahudin Al Ayyubi mengiriminya tunggangan baru untuk Raja Richard I .

Kendati rival pada Perang Salib, Raja Richard I dan Salahudin Al Ayyubi saling menaruh rasa hormat.***