radarutama.comPIKIRAN RAKYAT- Sempat ramai tudingan rasis yang dilemparkan Meghan Markle terhadap keluarga kerajaan, karena dua buah hatinya tidak mendapatkan gelar meski keturunan istana.

Meghan Markle menuding kerajaan tak mau memberikan gelar kepada putranya saat itu karena keturunan orang kulit hitam.

Sudah lebih dari setahun klaim Meghan Markle dilontarkan, kini faktanya kedua buah hati Pangeran Harry mendapatkan gelar kerajaan .

Archie Mountbatten- Windsor, putra sulung Pangeran Harry dan Meghan Markle mendapatkan gelar pangeran.

Sedangkan Lilibet “Lili” Mountbatten-Windsor, juga berhak menjadi seorang putri.

Dua gelar itu didapatkan dengan otomatis berdasarkan aturan kerajaan setelah kakek mereka maju ke takhta.

Namun, Duke dan Duchess of Sussex Harry dan Meghan Markle tidak akan melihat perubahan dalam gelar kerajaan mereka.

Sebelumnya, Meghan Markle sempat buat heboh dalam wawancaranya bersama Oprah Winfrey pada Maret 2021 lalu.

Dalam wawancara itu sempat disinggung soal keterkejutan Meghan Markle atas putusan istana yang tak memberi gelar anak sulungnya Archie dan tak adanya perlindungan bagi buah hatinya itu.

Meghan Markle menuding jika keputusan yang diambil oleh kerajaan karena sikap rasis karena buah hatinya memiliki darah campuran kulit hitam.

Keluarga Sussex menunjukkan dalam wawancara bahwa mereka mengharapkan Archie akan diberi gelar pangeran setelah Charles naik takhta.

Akan tetapi mereka telah diberitahu bahwa protokol akan diubah sejalan dengan keinginan Charles untuk monarki yang dirampingkan sehingga anak akan dikeluarkan dari menjadi HRH dan pangeran.

Dibawah protokol yang ditetapkan oleh Raja George V pada tahun 1917, anak dan cucu penguasa memiliki hak otomatis atas gelar Yang Mulia atau Yang Mulia (HRH) dan pangeran atau putri.

Pada saat Archie lahir, dia adalah cicit dari seorang penguasa, bukan seorang cucu. Namun untuk mencegahnya menjadi pangeran, Raja harus mengeluarkan Surat Paten yang mengubah hak Archie menjadi pangeran dan hak Lili menjadi putri.

Deklarasi George V berarti bahwa hanya Pangeran George, sebagai cicit dari raja di garis langsung suksesi takhta, yang pada awalnya berhak menjadi seorang pangeran, karena ia adalah putra tertua dari putra tertua Pangeran Wales.***