radarutama.com – Dalam sepekan setelah pemerintah menaikkan harga BBM, telah terjadi sejumlah aksi demonstrasi. Aksi unjuk rasa tak hanya di Jakarta, tapi juga di sejumlah daerah.

Tuntutan mereka sama, yakni batalkan kenaikan harga BBM, karena dinilai akan menyengsarakan rakyat banyak.

Seperti apa aksi demonstrasi tersebut? Berikut ulasannya.

1. Mahasiswa jebol kawat berduri aparat

Di Jakarta, aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM dipusatkan di dua titik, yakni Istana Negara dan Gedung DPR MPR pada Kamis (8/9/2022).

Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) tampak tertahan di area Patung Kuda Arjuna, Jakarta Pusat.

Mereka dihadang aparat kepolisian yang telah membentangkan kawat berduri untuk mencegah para mahasiswa menuju Istana.

Namun akhirnya kawat berduri tersebut berhasil dijebol oleh kelompok mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Meski berhasil menjebol kawat berduri, langkah mereka tetap tertahan oleh barikade aparat kepolisian.

2. Mahasiswa di Riau bawa poster ‘JKW The Badman’

Aksi menolak kenaikan harga BBM juga dilakukan oleh mahasiswa Universitas Riau pada Kamis (8/9/2022). Aksi tersebut diikuti oleh ribuan mahasiswa dan mereka menggelar aksi di depan gedung DPRD Riau.

Dalam aksi itu, mahasiswa membawa sejumlah spanduk dan poster yang berisi kalimat bernada protes terhadap kebijakan keiankan harga BBM.

Namun satu poster yang mencuri perhatian adaah poster bergambar pahlawan super Batman, namun digambarkan dengan taring yang nampak berdarah.

Lalu pada poster tersebut tertera sebuah tulisan bernada provokatif, yakni ‘JKW THE BADMAN’.

3. Aksi mahasiswa di Palembang berujung ricuh

Sementara itu, aksi mahasiswa menolak kenaikan hatga BBM di Palembang, Sumatera Selatan berakhir dengan kericuhan.

Aksi yang dilakukan di kantor DPRD Provinsi Sumsel tersebut dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian. Tak hanya itu, aparat juga menembakkan gas air mata dan air melalui water canon kea rah barisan mahasiswa.

Langkah tersebut diambil kepolisian karena mahasiswa memaksa untuk masuk ke gedung DPRD, sementara polisi melarangnya.

Di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, para mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM berhasil merangsek masuk ke gedung DPRD Kota Tasikmalaya, hingga ke ruang sidang paripurna.

Dalam aksinya itu, para mahasiswa membawa 45 kursi milik anggota dewan, sebagai symbol bahwa hanya 15 yang bersedia menerima aspirasi mereka menolak kenaikan harga BBM.

5. Anggota DPRD disoraki mahasiswa

Pemandangan berbeda terlihat dalam aksi penolakan kenaikan harga BBM yang dilakukan kelompok mahasiswa di Solo.

Dalam aksi yang digelar di depan gedung DPRD Solo pada Kamis (8/9/2022), seorang anggota DPRD Solo dari Fraksi PKS yang bernama Sugeng Riyanto sempat menemui mahasiswa dan melalukan orasi.

Ia lalu naik ke mobil komando bersama anggota DPRD Solo lainnya, yakni Ardiando Kuswinarno dari Partai Gerindra.

Namun mahasiswa malah menyuraki mereka “huuuu”. Rupanya kedatangan kedua anggota DPRD tersebut tidak dikehendaki oleh mahasiswa. Mereka ingin bertemu dengan Ketua DPRD Solo, Budi Prasetyo.