radarutama.com – Aipda Rudi Suryanto telah ditindak tegas berupa pemecatan tidak dengan hormat (PTDH) setelah dilakukan sidang kode etik .

Pemecatan terhadap Aipda Rudi Suryanto terkait dengan peristiwa pembunuhan terhadap sesama anggota polisi bernama Aipda Ahmad Karnaen beberapa hari lalu.

“Berdasarkan hasil keputusan sidang komisi kode etik Polri pada hari Kamis (8/9) jelang dini hari, Aipda Rudi Suryanto dilakukan PTDH,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad.

Sidang kode etik dilaksanakan di Polres Lampung Tengah dipimpin oleh Kabid Propam Kombes Pol. M. Syarhan.

Ketika sidang berlangsung, Aipda Rudi Suryanto didampingi oleh pembela Kompol Zulkarnain dengan menghadirkan sebanyak 28 saksi, baik dari unsur kepolisian maupun warga sipil.

Aipda Rudi Suryanto terbukti melakukan pelanggaran berdasarkan Pasal 13 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri , Pasal 5 ayat (1) huruf b Perpol No. 7/2022, Pasal 8 huruf c Perpol No. 7/2022, dan Pasal 13 huruf m Perpol No. 7/2022 tentang Kode Profesi dan Komisi Kode Etik Polri .

Dalam sidang kode etik tersebut, kata Zahwani, Aipda Rudi Suryanto menerima putusan tersebut dan tidak mengajukan banding.

“Yang bersangkutan menerima,” ujarnya dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara pada 9 September 2022.

AKBP Jumadi Sembiring dan Wakapolres Lampung Tengah Kompol Poelong Arya Sidhanu turut menghadiri sidang kode etik tersebut.

Sebelumnya, korban yang merupakan anggota polisi di Polsek Way Pengubuan berpangkat Aipda Ahmad Karnaen tewas saat berada di depan rumahnya, Kelurahan Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, pada 4 September 2022.

Aipda Ahmad Karnaen merupakan seorang Bhabinkamtibmas Desa Putra Lempuyang, Way Pangubuan, Lampung Tengah.

Sementara itu, tersangka merupakan seorang Ka SPKT di Polsek Way Pengubuan, Polres Lampung Tengah.

Peristiwa tersebut diketahui oleh saksi setempat saat terdengarnya suara letusan tembakan dan teriakan minta tolong pada malam hari.

Dalam peristiwa tersebut, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Bunda. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.***