radarutama.com – Kuasa Hukum Bripka Ricky Rizal Wibowo ( RR ), Erman Umur, bersikeras kliennya lebih cocok dikategorikan korban atau saksi daripada pelaku, terkait pembunuhan berencana terhadap Brigadir J .

Salah satu buktinya, Erman mengatakan, uang senilai Rp500 juta yang dituduhkan sebagai suap dari Ferdy Sambo untuk RR lantaran membantu jalannya penembakan adalah keliru.

Dia lantas menegaskan bahwa Ricky Rizal tak mendapatkan uang yang dijanjikan Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi usai penembakan terjadi.

Sejumlah uang memang diterima RR namun bukan pada hari kejadian melainkan tiga hari pasca peristiwa berdarah itu.

Baca Juga: Dugaan Pelecehan Putri Candrawathi Dibongkar Bripka RR, Kuat Maruf Sempat Todongkan Pisau ke Brigadir J

Menurut Erman, pemberian uang itu pun bukan didasari atas bantuan RR dalam penembakan Brigadir J , melainkan terkait Putri Candrawathi (PC).

“Oh (uang suap) tidak ada itu setelah kejadian. Setelah skenario, Pak Sambo sampaikan ada uang, dalam BAP yang saya baca, uang itu diberikan karena kalian sudah menjaga ibu, bukan karena masalah bayaran penembakan,” ucap dia.

“Tapi itu bisa saja (untuk penembakan) kalau Sambo (berbohong), bisa seperti itu, tapi keterangan itu kan berbeda-beda,” ujar Erman, mengkonfirmasi keraguannya terhadap niat Sambo.Namun, kendati demikian dari sisi RR uang tersebut tetap tidak ada kaitannya terhadap kematian Yoshua .

Baca Juga: Fakta Baru Pelecehan Magelang oleh Bripka Ricky Rizal, Kuasa Hukum: RR Saksikan Joshua Dicegat Kuat

Begitu pun ketika diperintahkan pertama kali untuk menembak Yoshua di rumah Saguling III, kata Erman, kliennya menolak perintah Sambo sebab tak berani dan tak tega.

RR mengaku tak pernah terlintas di benaknya akan ada penembakan semacam itu di rumah dinas Sambo.

Dia nyatanya bertanya-tanya ada peristiwa apa sehingga FS tampak terguncang dan menangis kala itu.

“Bripka RR dalam hati sempat bertanya apa benar mau ditembak, karena menurut dia pasti mau minta klarifikasi lagi. Kalau toh misalnya kejadian (ditembak) apa mungkin terjadi di rumah dinas,” ujar Erman.

Baca Juga: Terungkap Kesaksian Bripka RR Soal Pelecehan Putri Candrawathi di Magelang, Justru Lihat Kuat Ma’ruf Panik

RR , masih melalui keterangan kuasa hukumnya mengaku tak begitu ingat berapa tembakan yang dilepaskan Sambo, dia bahkan tak melihat langsung peluru Sambo mengenai tubuh Yoshua .Hal itu dikarenakan pada saat kejadian RR berada di belakang Bharada E sehingga penglihatannya terhalang tubuh Richard Eliezer.“Jadi beberapa kali ditanya, Bripka Ricky tidak melihat Ferdy Sambo menembak Brigadir J . Cuma melihat Pak Sambo tembak dinding, bisa apa saja terjadi sebelumnya,” ujarnya.

Pada intinya, Erman ingin menegaskan bahwa kliennya RR merupakan korban yang juga terjebak dalam skenario dalang pembunuhan berencana ini, tak lain adalah atasannya sendiri, FS. ***