radarutama.com – Hasil uji kebohongan (lie detector) Bripka Ricky Rizal Wibowo (RR) oleh alat poligraf dipastikan jujur.Artinya, seluruh kesaksiannya yang telah dikatakan pada penyidik kemungkinan besar adalah kebenaran.

Kuasa Hukum RR, Erman Umar membongkar semua yang diketahuinya mengenai kesaksian RR, terutama pada pemeriksaan lanjutan setelah berkasnya dikembalikan Kejaksaan Agung (P-19).Dari keterangan Erman, RR sempat menjelaskan detail kronologi penembakan dari sisinya. Menurut RR, sebelum penembakan Brigadir J Ferdy Sambo terlihat kalut dan menangis.

Baca Juga: Fakta Baru Pelecehan Magelang oleh Bripka Ricky Rizal, Kuasa Hukum: RR Saksikan Joshua Dicegat Kuat

Saat itu, Erman melanjutkan bahwa kliennya hanya kebingungan, bertanya-tanya ada peristiwa apa sehingga FS tampak terguncang dan berderai air mata.

Begitu pun ketika diperintahkan pertama kali untuk menembak Yoshua di rumah Saguling III , kata Erman, kliennya menolak perintah Sambo lantaran tak berani dan tak tega.

Ketika itulah, Bharada E menggantikannya untuk mengiyakan perintah Sambo menembak rekan ajudannya tersebut.

RR, kata Erman, bahkan mengaku tak pernah terlintas di benaknya akan ada penembakan semacam itu di rumah dinas FS.

Baca Juga: Pertemuan 15 Menit Putri Sambo dan Brigadir J di Kamar Dibongkar Bripka RR, Susi Disuruh Kuat Maruf Begini

“ Bripka RR dalam hati sempat bertanya apa benar mau ditembak, karena menurut dia pasti mau minta klarifikasi lagi. Kalau toh misalnya kejadian (ditembak) apa mungkin terjadi di rumah dinas,” ujar Erman.

Masih melalui keterangan kuasa hukumnya, RR mengaku tak begitu ingat berapa tembakan yang dilepaskan Sambo, dia bahkan tak melihat langsung peluru Sambo mengenai tubuh Yoshua .

Hal itu dikarenakan pada saat kejadian RR berada di belakang Richard Eliezer ( Bharada E ) sehingga penglihatannya terhalang tubuh Richard.

“Jadi beberapa kali (pun) ditanya, Bripka Ricky tidak melihat Ferdy Sambo menembak Brigadir J . Cuma melihat Pak Sambo tembak dinding, bisa apa saja terjadi sebelumnya,” ujarnya.

Dengan seluruh pengakuan itu, Erman ingin menegaskan bahwa kliennya RR merupakan korban yang juga terjebak dalam skenario dalang pembunuhan berencana yang tak lain adalah FS.

Untuk itu, kepada penyidik Erman merekomendasikan untuk menjadikan kliennya sebagai saksi alih-alih tersangka.

Sebab, dirinya tak terlibat perencanaan apa-apa terkait pembunuhan Yoshua . Terutama belakangan diketahui uang yang diterima Ricky dari Sambo tidak terkait penembakan Brigadir J .

RR mengaku memang ada sejumlah uang yang diberikan Ferdy Sambo kepadanya, namun uang itu merupakan upah lantaran dia telah menjaga istrinya, Putri Candrawathi di Magelang. ***