radarutama.com – Dugaan penganiayaan hingga tewas kepada salah seorang santri Pondok Modern Darussalam Gontor , Ponorogo, Jawa Timur meraup atensi banyak orang.

Bukan hanya mencoreng nama besar pesantren tersebut, kasus yang sedang ditindaklanjuti polisi ini sekaligus mencemari citra pendidikan agama islam di Indonesia.

Pasalnya, kematian Albar Mahdi (17), santri asal Palembang Sumatera Selatan itu menjadi puncak dari kasus-kasus penyiksaan hingga pelecehan, yang juga dialami santri di tempat lain belakangan ini.

Berikut, Pikiran-Rakyat.com rangkumkan untuk pembaca sekalian, lima fakta kasus kematian santri gontor yang diduga akibat penganiayaan .

Baca Juga: Hasil Autopsi Santri Gontor yang Tewas Telah Dilimpahkan ke Penyidik, Tim Forensik Singgung Organ Dalam

Kronologi Penganiayaan

Almarhum Albar Mahdi (AM) diketahui merupakan ketua panitia dari kegiatan perkemahan Kamis Jumat (Perkajum) di Kecamatan Sambit, Ponorogo, pada 18-19 Agustus 2022.

Lalu pada Sabtu 20 Agustus 2022, seluruh peserta kemah mengembalikan semua alat-alat pramuka yang digunakan.

Dua hari kemudian, tepatnya Senin, 22 Agustus 2022, Albar Mahdi dipanggil seniornya karena barang dianggap kurang dan sebagai ketua dia dituntut untuk bertanggung jawab.

Pemanggilan itu berubah menjadi cekcok, lalu bereskalasi dengan cepat menjadi penganiayaan terhadap korban.

Baca Juga: Update Kasus Tewasnya Santri Gontor: Proses Autopsi Dilakukan hingga 18 Saksi Diperiksa

Dilarikan ke Rumah Sakit dengan Becak

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, AM sempat dievakuasi menuju pos kesehatan pondok menggunakan becak, yang kemudian diamankan sebagai barang bukti.

Namun kondisi yang parah menyebabkan rekannya segera membawan AM ke IGD rumah sakit setempat, yakni RS Yaspim Darussalam Gontor .

Sayang, setelah sempat mendapat perawatan, tim medis menyatakan AM sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Ada 2 Korban Lain

Selain AM, terdapat korban lain yang juga berasal dari kalangan santri laki-laki. Namun keduanya telah dipastikan sehat dan sudah bisa melanjutkan pembelajaran sebagaimana biasa.

Baca Juga: Santri Ponpes Gontor Tewas Dianiaya, Ketum PP Muhammadiyah: Jangan Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga

18 Saksi Diperiksa

Hingga Kamis, 8 September 2022, pihak berwajib telah memeriksa 18 saksi, mulai dari rekan korban sesama santri , ustaz pengasuh pondok, hingga dokter yang menerima korban sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Pelaku Diusir dari Pesantren

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur, Noor Syahid menindak tegas oknum santri yang menjadi pelaku penganiayaan terhadap AM.

Sanksi yang dijatuhkan ialah mengeluarkan yang bersangkutan dari Pondok Gontor secara permanen, dan mengembalikan mereka kepada orang tua masing-masing di malam AM wafat.

Fakta Sempat Dikubur hingga Kasus Diviralkan Hotman Paris

Soimah , ibunda AM, mendapat kabar mendadak terkait anaknya yang tewas pada Senin, 22 Agustus 2022 sekitar pukul 10.20 WIB.

Baca Juga: Update Kasus Santri Gontor Tewas Dianiaya, MUI Puji Keputusan Pesantren Usir Pelaku

Pihak pengasuhan Gontor yang diwakili Ustaz Agus mengatakan Albar Mahdi meninggal karena terjatuh akibat kelelahan selepas mengikuti agenda kemah.

Merasa janggal, Soimah menelusuri sendiri kematian anaknya hingga mengetahui adanya penganiayaan .

Laporannya berkali-kali tak digubris pihak pesantren maupun kepolisian, akhirnya dia mengadukan kasus ke pengacara kondang, Hotman Paris .

Barulah kemudian kasus viral dan polisi mulai melakukan pengusutan setelah kematian itu banyak dibahas di jagat maya. **