radarutama.com – Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner bekas turun harga. Penyebabnya bukan hanya karena menurunnya daya beli konsumen dan permintaan di pasar, melainkan juga kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk mobil ini.

Kedua mobil SUV bongsor ini memang tidak diperkenankan untuk menenggak solar bersubsidi, melainkan solar seperti Pertamina Dex. Namun, karena tidak ada subsidi, harga BBM satu ini terus mengalami kenaikan, dari kisaran Rp 13.000/liter di Februari, menjadi Rp hampir Rp 19.000/liter di pertengahan tahun.

“Banyak pada jual mobil solar karena harga Rp 18.900 Pertamina Dex. Bio solar kan naik, tadinya kan nggak naik, akhirnya naik. Tapi mobil generasi terbaru 2018 mereka nggak boleh isi biosolar kalau ketahuan garansi hilang,” kata Sonny Jaya Saputra, Pemilik gerai Mobkas 25 Mobilindo yang berlokasi di Bez Auto Center Gading Serpong, Tangerang kepada CNBC Indonesia, Jumat (9/9/22).

Akibat kenaikan harga, banyak pengguna dua mobil ini yang terbebani dengan biaya operasional. Opsi untuk menjual kendaraannya pun diambil.

“Berasa konsumen ngeluh harga solar naik, Fortuner-Pajero sekali isi Rp 1-1,2 juta, Mereka kan udah naik duluan,” sebut Sonny.

Akibat mahalnya harga BBM, permintaan terhadap Pajero-Fortuner pun turun. Akibatnya harga beli mobil ini juga anjlok puluhan juta, bahkan sampai Rp 50 juta.

“Ketika lagi hot-hotnya beli harga Rp 380-390 juta, kita bisa jual Rp 420-430 juta buat Fortuner 2015. Tapi sekarang mobil Fortuner Pajero drop lagi seperti semula. Sekarang saya beli Fortuner 2015 aja tinggal 350 juta, waktu saat naik jadi 390. Kemarin naik sekarang balik lagi seperti semula,” ujar Sonny.